Nasional

Tragedi Maut Tambang Batu Bara! 90 Pekerja Tewas, 9 Masih Terjebak di Bawah Tanah

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 23/05/2026 18:10 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Jumlah korban tewas akibat ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu di Provinsi Shanxi terus bertambah hingga mencapai 90 orang pada Sabtu (23/5). Insiden ini disebut sebagai bencana tambang batu bara paling mematikan dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Dilansir dari Channel News Asia, ledakan dahsyat tersebut terjadi pada Jumat (22/5) malam waktu setempat saat ratusan pekerja masih berada di bawah tanah.

Sebanyak 247 orang diketahui sedang bekerja ketika ledakan terjadi. Sebagian besar berhasil dievakuasi pada Sabtu pagi, namun hingga kini sembilan orang masih dinyatakan hilang dan diduga terjebak di dalam tambang.

Presiden Xi Jinping meminta seluruh pihak melakukan upaya maksimal untuk menyelamatkan korban sekaligus mengusut tuntas penyebab tragedi tersebut.

“Semua wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini. Tetap waspada terhadap keselamatan kerja,” ujar Xi Jinping.

Menurut laporan Xinhua, sejumlah eksekutif perusahaan yang mengelola tambang telah ditahan oleh pihak berwenang untuk kepentingan penyelidikan.

Hingga kini, penyebab pasti ledakan belum diketahui. Namun laporan sebelumnya menyebut kadar karbon monoksida di tambang tersebut sempat melebihi ambang batas maksimum sebelum insiden terjadi.

Provinsi Shanxi dikenal sebagai salah satu pusat pertambangan batu bara terbesar di negara tersebut sekaligus wilayah dengan tingkat ekonomi relatif rendah.

Meski standar keselamatan pertambangan disebut mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir, kecelakaan tambang masih kerap terjadi. Longgarnya penerapan protokol keselamatan kerja disebut menjadi salah satu faktor utama.

Data resmi Administrasi Keselamatan Tambang Nasional menunjukkan lebih dari 3.000 kecelakaan tambang terjadi sepanjang 2010 hingga 2025.

Artikel Lainnya