Jelang Laga Semi Final, Pelatih Persija STY Akui Belum Ada Persiapan Taktik Hadapi Persib Bandung
Persija memastikan tiket semifinal setelah menang telak 4-1 atas PSMS Medan, menyingkirkan pesaing Port FC yang kalah 2-1 lawan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (1/7).
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID- Persija Jakarta akan menghadapi Persib Bandug pada laga semi final Piala Presiden 2026. Persija memastikan tiket semifinal setelah menang telak 4-1 atas PSMS Medan, menyingkirkan pesaing Port FC yang kalah 2-1 lawan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (1/7).
Menariknya, meski menghadapi duel semi final, Persija tidak melalukan persiapan khusus, seperti taktik yang bakal diterapkan Shin Tae Yong.
Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, tim besutannya belum ada persiapan materi permainan, karena tim baru berkumpul kurang dari dua pekan.
Sebagai pelatih baru, ia juga belum memberikan materi taktik dalam latihan. Shin Tae Yong (STY) masih pada tahap menggembleng fisik pemain. Bahkan, dia mengakui, belum semua menu latihan fisik diberikan.
Jadi, dua pertandingan sebelumnya memang berjalan begitu saja, Persija tampil nothing to lose dalam turnamen ini. Namun karena lolos ke babak semifinal, Persija tidak akan menghilangkan kesempatan.
Lawan yang akan dihadapi pada babak semifinal adalah juara Grup A, Persib Bandung. Ditanya soal evaluasi tim setelah melakoni tiga pertandingan, Shin menyebut belum ada.
Baginya turnamen ini dimanfaatkan untuk meningkatkan fisik dan chemistry. "Apa yang harus dievaluasi jika ditanya seperti itu ya, jujur belum bisa jawab. Kami belum ada persiapan untuk pertandingan, sebenarnya sebelumnya," kata mantan pelatih Timnas Indonesia ini.
"Mungkin setelah ini [Piala Presiden 2026] akan ada training camp [pemusatan latihan], jadi kami bisa memberikan program latihan yang apa ya, latihan yang sesuai yang saya mau," tandasnya.
Secara kolektif, lanjut dia, Persija belum terbentuk. Ini tak lain karena sejumlah pemain masih bergabung dengan Timnas Indonesia. Karena itu peningkatan fisik jadi target utama.
"Apalagi ada pemain yang sedang dipanggil Timnas, jadi harus kembali dulu dan plus ada pemain-pemain asing harus ketemu dan membuat kolaborasi yang baik juga di dalam lapangan," ujarnya.