indonews

indonews.id

Angga Raka Prabowo Apresiasi Mbah Guru Matematika, SDM Emas yang Terus Mengajar di Era Digital

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo memberikan penghargaan kategori Satria SDM Emas kepada Melan Achmad atau yang dikenal sebagai Mbah Guru Matematika.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in Angga Raka Prabowo Apresiasi Mbah Guru Matematika, SDM Emas yang Terus Mengajar di Era Digital
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo dalam puncak perayaan HUT ke-3 Garuda TV bertajuk Mahayuga di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026) mengatakan kiprah Melan menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat terus berlangsung dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Foto: Humas Kemkomdigi

Jakarta, INDONEWS.ID - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo memberikan penghargaan kategori Satria SDM Emas kepada Melan Achmad atau yang dikenal sebagai Mbah Guru Matematika.

Menurut Angga Raka Prabowo, kiprah Melan menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat terus berlangsung dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

“Bapak Melan ini memberikan contoh bahwa usia bukan menjadi batas untuk terus memberikan manfaat. Teknologi digital justru bisa menjadi ruang untuk berbagi ilmu kepada masyarakat secara lebih luas,” ujarnya dalam puncak perayaan HUT ke-3 Garuda TV bertajuk Mahayuga di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026).

Melan Achmad merupakan sosok pendidik yang tetap mengabdikan diri untuk berbagi ilmu meski telah memasuki usia 79 tahun. Ia mengajar matematika secara gratis melalui platform digital dan menjangkau masyarakat melalui konten pembelajaran.

Angga Raka Prabowo menilai kontribusi seperti yang dilakukan Melan Achmad memiliki arti penting ketika teknologi digital semakin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kemampuan menggunakan teknologi untuk menyebarkan pengetahuan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Yang kita lihat dari Pak Melan bukan sekadar kemampuan mengajar matematika. Ada semangat untuk terus belajar, berbagi, dan menggunakan teknologi sebagai sarana pendidikan,” katanya.

Melan Achmad memulai karier sebagai pendidik pada 1970 di Aceh dan kemudian melanjutkan pengabdiannya di Purworejo, Jawa Tengah. Setelah hampir lima dekade mengajar dan pensiun pada 2018, ia tetap melanjutkan aktivitas pendidikan melalui media sosial.

Dengan bantuan anaknya, Melan mulai membuat konten pembelajaran matematika melalui akun TikTok @binaprestasiswa. Aktivitas tersebut membuat materi matematika dapat diakses masyarakat secara lebih luas tanpa terbatas ruang kelas.

Dedikasinya juga pernah mendapat penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Guru Nasional 2024. Saat itu, Melan menerima penghargaan berupa plakat, laptop, dan uang tunai Rp100 juta.

Bagi Angga Raka Prabowo, perjalanan Melan menunjukkan pentingnya membangun ekosistem digital yang memberi ruang bagi masyarakat untuk menghasilkan dan menyebarkan pengetahuan.

“Ini contoh konkret bagaimana transformasi digital bisa memberi ruang kepada siapa pun untuk tetap berkarya dan memberikan manfaat. Kita ingin semakin banyak orang menggunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan memberi nilai bagi masyarakat,” tegasnya.


© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas