Mustafa Akmal Luncurkan Autobiografi dalam Jamnas IX Juken di Surabaya
Mustafa Akmal Luncurkan Autobiografi dalam Jamnas IX Juken di Surabaya
Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut
Surabaya, INDONEWS.ID — Ketua Juang Kencana (Juken) Kabupaten Tanah Datar, Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali, S.H., M.H., meluncurkan autobiografinya berjudul “Memoar Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali, S.H., M.H.: Wartawan, PNS, Dosen, Aktivis, dan Advokat” dalam rangkaian Jambore Nasional (Jamnas) IX Juken dan HUT ke-26 Juken di Hotel Palm Park, Surabaya, Jawa Timur.
Peluncuran buku tersebut dilakukan di hadapan Ketua Juken Pusat Dr. Sudibyo Ali Maeso, M.A., Direktur Ormas Dr. Yuni Hastuti Ningsih, SKM., M.Kes., Dewan Pengawas Juken Drs. Hardiyanto Wiryo, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Shodiqin, M.M., serta perwakilan Juken dari 24 provinsi di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Mustafa Akmal didampingi Wakil Ketua Juken Sumatera Barat Wisma Miharti, dr. Salman Syam, Upik Salman, Erpice, Rahma Delira, serta istrinya, Ulfah Hanum, S.E.
Wakil Ketua juang Kencana Sumbar
Wisma Miharti menyampaikan bahwa autobiografi Mustafa Akmal layak diperkenalkan kepada para pejuang Keluarga Berencana (KB) di seluruh Indonesia. Menurutnya, buku tersebut tidak hanya mengisahkan perjalanan hidup dan berbagai profesi Mustafa Akmal, tetapi juga merekam pengalaman pengabdian dalam pelaksanaan program KB pada masa awal
“Buku ini sangat layak diperkenalkan kepada seluruh pejuang KB karena memuat kisah nyata perjuangan petugas KB dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis,” ujar Wisma.
Salah satu kisah yang dinilai penting adalah pengalaman Mustafa Akmal bersama Tim Safari KB Provinsi Sumatera Barat, termasuk almarhum Indra Wirdhana, S.H., ketika melaksanakan Safari KB ke Kepulauan Mentawai.
Dalam perjalanan tersebut, Mustafa Akmal bersama tim pernah terombang-ambing di tengah laut selama sekitar enam jam. Tantangan geografis itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk menjangkau masyarakat dan menjalankan pelayanan program KB.
Tantangan lainnya bahkan menyangkut keselamatan. Saat mengajak keluarga untuk mengikuti program KB, Mustafa Akmal bersama tim pernah menghadapi situasi menegangkan karena diburu menggunakan golok.
Namun, kondisi tersebut tidak membuat mereka mundur. Dengan pendekatan persuasif dan semangat pengabdian, tugas tetap dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya program KB.
Ketua Juken Pusat Dr. Sudibyo Ali Maeso, M.A., menyambut baik peluncuran memoar tersebut. Ia menilai karya Mustafa Akmal memiliki nilai penting karena bukan hanya menceritakan perjalanan pribadi penulis, tetapi juga merekam pengalaman pengabdian dan perjuangan dalam pelaksanaan program KB pada masa awal.
Menurut Sudibyo, pengalaman yang dituangkan dalam memoar tersebut dapat menjadi dokumentasi perjalanan Juang Kencana sekaligus sumber inspirasi bagi generasi penerus untuk memahami perjuangan para petugas KB terdahulu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di berbagai daerah.
Kisah tersebut menjadi gambaran perjuangan petugas KB generasi awal yang harus menghadapi perjalanan panjang, keterbatasan sarana, medan yang sulit hingga risiko keselamatan demi menyukseskan program KB, termasuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil.
Sementara itu, Mustafa Akmal menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Juken Pusat yang telah memberikan kesempatan untuk meluncurkan bukunya dalam rangkaian Jamnas IX Juken di Surabaya.
Ia menyebut kesempatan tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus kebahagiaan karena memoar yang memuat perjalanan hidup, pengabdian, dan pengalaman dalam program KB dapat diperkenalkan langsung kepada para pejuang KB dari berbagai provinsi di Indonesia.
Mustafa Akmal juga berharap Ketua Juken Pusat dapat memfasilitasi agar buku tersebut diperkenalkan kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Ia berharap autobiografi tersebut nantinya dapat dimiliki oleh perwakilan BKKBN di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Harapan kami, buku ini tidak hanya menjadi kenangan pribadi, tetapi juga menjadi catatan sejarah dan bahan pembelajaran bagi pejuang KB saat ini. Mereka dapat membaca dan memahami bagaimana para pendahulunya berjuang dengan segala keterbatasan untuk menyukseskan program KB di Indonesia,” katanya.
Dalam rangkaian peluncuran tersebut, Mustafa Akmal juga menyerahkan secara langsung buku autobiografinya kepada Ketua Juken Pusat Dr. Sudibyo Ali Maeso, M.A., Direktur Ormas Dr. Yuni Hastuti Ningsih, SKM., M.Kes., Dewan Pengawas Juken Drs. Hardiyanto Wiryo, serta Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Shodiqin, M.M.
Penyerahan buku tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa pengalaman perjuangan generasi awal program KB perlu terus diwariskan dan didokumentasikan agar dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus Juang Kencana di Indonesia.(M.Datuk)