Lewat Podcast, Dandim Depok Ungkap Cerita di Balik Program TNI AD Manunggal Air
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Depok, INDONEWS.ID – Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan. Namun, di tengah pesatnya perkembangan perkotaan, masih terdapat masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian TNI Angkatan Darat melalui Program TNI AD Manunggal Air, sebuah program yang diwujudkan melalui pembangunan sumur bor beserta sarana pendukungnya untuk membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam podcast bersama Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Ginanjar Wahyutomo, yang dipandu host Sani, Kamis (13/08).
Dalam podcast bertema “TNI AD Manunggal Air: Mengalirkan Kehidupan, Menguatkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat”, Kolonel Inf Ginanjar Wahyutomo menjelaskan bahwa program tersebut merupakan salah satu program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat yang dilaksanakan jajaran TNI AD sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Program TNI AD Manunggal Air merupakan salah satu program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh akses air bersih melalui pembangunan sumur bor beserta sarana pendukungnya,” ujar Kolonel Inf Ginanjar dalam podcast tersebut.
Menurutnya, persoalan air bersih bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
Masih adanya warga yang harus menempuh jarak tertentu untuk mendapatkan air atau bahkan mengeluarkan biaya untuk membeli air menjadi salah satu alasan pentingnya program tersebut.
“Melalui program ini kami ingin membantu meringankan beban masyarakat. Selain itu, kesehatan masyarakat juga akan meningkat apabila akses air bersih tersedia,” ungkapnya.
Meski dikenal sebagai salah satu kota yang berkembang pesat, menurut Kolonel Inf Ginanjar masih terdapat sejumlah wilayah di Kota Depok yang menghadapi keterbatasan akses air bersih, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Selain itu, terdapat pula wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan air perpipaan. Karena itu, penentuan lokasi pembangunan sumur bor dilakukan melalui proses pendataan dan survei agar program benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Proses tersebut melibatkan Babinsa yang melakukan pendataan, dilanjutkan dengan survei lapangan dan koordinasi bersama pemerintah daerah. Kondisi sumber air serta tingkat kebutuhan masyarakat juga menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi pembangunan.
Hingga saat ini, Kodim 0508/Depok telah mengerjakan tujuh titik pembangunan, yang seluruhnya telah mencapai 100 persen.
Program tersebut juga tidak hanya berfokus pada penyediaan sumber air. Di sejumlah titik, turut dilakukan pembangunan maupun rehabilitasi fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) untuk mendukung sanitasi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, program Manunggal Air tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Setiap wilayah memiliki karakteristik tanah yang berbeda sehingga proses pengeboran membutuhkan kajian dan survei terlebih dahulu.
Bahkan, pada kondisi tertentu, tim harus melakukan pengeboran lebih dalam untuk mendapatkan sumber air yang layak.
Di balik proses tersebut, terdapat pula cerita tentang antusiasme masyarakat, semangat gotong royong warga, perjuangan tim pengebor, hingga tantangan ketika lokasi pembangunan sulit dijangkau.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari program tersebut karena pembangunan fasilitas air bersih diharapkan tidak berhenti ketika pekerjaan selesai, tetapi dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Kehadiran fasilitas air bersih memberikan sejumlah perubahan bagi masyarakat. Akses terhadap air menjadi lebih mudah, biaya untuk membeli air dapat ditekan, sementara kondisi sanitasi dan lingkungan menjadi lebih baik.
Manfaat tersebut juga dirasakan dalam aktivitas keagamaan masyarakat. Ketersediaan air membuat kegiatan ibadah di masjid dan musala menjadi lebih nyaman.
Bagi Kolonel Inf Ginanjar, antusiasme masyarakat menjadi salah satu hal yang memberikan kesan tersendiri dalam pelaksanaan program.
“Kami merasa bangga karena dapat membantu masyarakat. Inilah bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat,” tuturnya.
Kolonel Inf Ginanjar Wahyutomo juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlangsungan fasilitas yang telah dibangun.
Menurutnya, air merupakan kebutuhan bersama sehingga sarana yang telah tersedia perlu dirawat dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Semangat gotong royong juga diharapkan tetap terjaga di tengah masyarakat.
Ke depan, pembangunan fasilitas serupa akan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan TNI AD. Wilayah yang masih membutuhkan akses air bersih akan menjadi perhatian sesuai hasil pemetaan dan kondisi di lapangan.
Menutup perbincangan, Dandim 0508/Depok menegaskan bahwa makna Program TNI AD Manunggal Air jauh lebih luas daripada sekadar membangun sumur bor.
“Program ini bukan sekadar membangun sumur bor, tetapi menghadirkan harapan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat,” tegasnya.
Program tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai upaya yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui Program TNI AD Manunggal Air, setiap tetes air yang mengalir diharapkan bukan hanya memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kemanunggalan antara TNI dengan rakyat.