PP FPTI Sebut Kemenpora Selalu Dukung Pengembangan Atlet Panjat Tebing
Kemenpora selalu menunjukkan komitmen untuk mendukung pengembangan cabang olahraga maupun atlet panjat tebing di Indonesia, meski tengah terbatas akibat kondisi perekonomian nasional.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID -Kemenpora selalu menunjukkan komitmen untuk mendukung pengembangan cabang olahraga maupun atlet panjat tebing di Indonesia, meski tengah terbatas akibat kondisi perekonomian nasional.
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Wahyu Pristiawan Buntoro.
"Tahun 2026 memang masa sulit walaupun sebenarnya kinerja Kemenpora sudah bagus, karena selalu menunjukkan komitmennya untuk membantu," kata dia di Jakarta, Jumat (14/8).
Menurut Pristiawan itu, dukungan Kemenpora selalu terlihat terkait kebutuhan logistik pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing yang berpusat di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Dukungan itu bermanfaat untuk membantu atlet menjalani persiapan dan mengikuti sejumlah kejuaraan dunia dalam setahun terakhir.
Dia menjelaskan dukungan pemerintah menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan program pelatnas.
"Terutama ketika para atlet dituntut mengikuti kompetisi internasional untuk meningkatkan pengalaman atau performa," ujarnya.
Maka dari itu dia berharap dukungan yang ada selama ini bisa meningkat setelah kondisi perekonomian Indonesia membaik.
Sebab dengan banyaknya agenda atau turnamen dunia, kesempatan atlet untuk bertanding di level internasional juga perlu diperluas agar proses pembinaan berjalan optimal.
Selain keikutsertaan dalam ajang internasional, PP FPTI juga menyiapkan kompetisi nasional sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.
Kompetisi tersebut diharapkan menjadi ruang bagi atlet untuk menjaga jam terbang sekaligus menjadi sarana pemantauan dan regenerasi atlet.
Saat ini pelatnas juga diarahkan untuk persiapan menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang yang berlangsung pada 19 September sampai dengan 4 Oktober.
Ajang tersebut menjadi momentum meraih prestasi bagi atlet panjat tebing Indonesia, sekaligus kesempatan mengharumkan nama bangsa dan negara di mata dunia.
Melalui dukungan pemerintah yang konsisten, FPTI berharap program pembinaan dapat berjalan lebih luas dan berkesinambungan.
Dengan itu atlet Indonesia semakin siap bersaing pada kejuaraan internasional dan memberikan prestasi terbaik bagi Merah Putih.