indonews

indonews.id

Akselerasi Ekonomi Digital dan Produk Lokal, Pemerintah Gelar Kick Off Road to Harbolnas 2026, Target Tembus Rp40 Triliun

Pemerintah menargetkan transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 mencapai Rp40 triliun. Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi Harbolnas tahun sebelumnya yang mencapai Rp36,4 triliun.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah menargetkan transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 mencapai Rp40 triliun. Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi Harbolnas tahun sebelumnya yang mencapai Rp36,4 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Harbolnas tidak sekadar menjadi momentum promosi dan potongan harga tahunan. Pemerintah menjadikannya sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat produk dalam negeri, memperluas inklusi digital, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Pada tahun 2026, Harbolnas memasuki tahun ke-14, event ini tidak hanya sebagai ajang diskon tahunan, tetapi juga sebagai gerakan nasional untuk memperkuat produk dalam negeri, meningkatkan inklusi digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Harbolnas 2026 akan berlangsung pada 10-16 Desember 2026. Pemerintah berharap peningkatan transaksi selama periode tersebut dapat menjadi salah satu pendorong daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2026.

Airlangga mengatakan, penguatan ekosistem perdagangan digital menjadi penting seiring besarnya potensi ekonomi digital Indonesia. Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan mendekati 100 miliar dollar AS.

Indonesia juga disebut sebagai pasar video commerce terbesar di Asia Tenggara. Jumlah penjual di sektor tersebut mencapai sekitar 800.000, sedangkan transaksi tumbuh hampir 90 persen menjadi 2,6 miliar transaksi.

Potensi tersebut turut ditopang oleh jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia yang telah melampaui 180 juta orang. Jumlah pengguna tersebut tumbuh sekitar 26 persen per tahun.

Menurut Airlangga, perkembangan tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi UMKM sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional. Digitalisasi dinilai dapat membantu pelaku usaha lokal memperluas pasar, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga ke pasar global.

Salah satu teknologi yang dinilai perlu dioptimalkan adalah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan algoritma rekomendasi yang lebih personal sesuai dengan karakter dan kebutuhan konsumen.

Selain pemanfaatan teknologi, pemerintah mendorong integrasi antara platform perdagangan elektronik dan pasar ekspor. Langkah tersebut akan diperkuat melalui implementasi Digital Economic Framework Agreement (DEFA) di tingkat ASEAN.

Airlangga menyebut implementasi DEFA berpotensi meningkatkan nilai pasar digital ASEAN hingga mencapai 2 triliun dollar AS. Dari nilai tersebut, Indonesia diproyeksikan memiliki potensi pasar hingga 600 miliar dollar AS.

Penguatan perdagangan digital juga didukung sistem pembayaran lintas negara melalui QR Cross-Border atau QRIS antarnegara ASEAN. Sistem tersebut dinilai dapat memberikan kemudahan transaksi bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, ketika menjangkau konsumen di negara lain.

Kemudahan pembayaran tersebut diharapkan mendorong semakin banyak UMKM, khususnya pelaku usaha produk artisan, masuk ke ekosistem digital dan memperluas pasar ke tingkat global.

“Pemerintah senantiasa berkomitmen dalam mendukung penguatan ekosistem e-commerce nasional melalui penyusunan regulasi yang adaptif, penyediaan infrastruktur digital hingga ke pelosok negeri, serta fasilitasi kolaborasi antara pelaku e-commerce, UMKM, asosiasi industri, dan konsumen,” ujar Airlangga.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan, Road to Harbolnas 2026 menjadi momentum untuk memperkuat daya saing produk dalam negeri di tengah percepatan transformasi teknologi digital.

“Harbolnas 2026 menjadi katalisator penting bagi UMKM lokal untuk mengoptimalkan potensi pasar digital yang kian imersif dan inklusif,” kata Haryo.

Ia menegaskan, pemerintah bersama para pemangku kepentingan akan menjaga iklim usaha digital agar tetap kondusif. Dengan demikian, produk buatan dalam negeri diharapkan semakin menjadi pilihan utama masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut hadir Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Budi Primawan, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, perwakilan kementerian/lembaga, serta pelaku platform digital dan UMKM binaan.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas