Penyanyi Jazz Andien: Balai Sarwono Homy
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Andien Aisyah tampil santai di perayaan 20 tahun Pilatesia di Balai Sarwono, hadir bersama suami dan puteranya, penyani jazz ini tampak nyaman di gedung pertemuan tersebut. Baginya Balai Sarwono `homy`, ia seperti di rumah sendiri begitu masuk gedung bergaya joglo, di Cilandak Timur, Kamis (27/08).
Balai Sarwono punya kesan `rumah yang nyaman`, lingkungannya asri banyak tanaman dan pohon besar di halamannya. ruangannya pun sejuk, serta tata ruangnya unik, ada lemari pajang yang menyimpan alat setrika zaman dulu.
Ia berada di Balai Sarwono khusus untuk merayakan 20 tahun Pilatesia, studio itu sudah ia kunjungi sejak 11 tahun lalu, untuk menjaga kebugaran tubuhnya agar prima.
Menjaga tubuh bukan perkara mengejar bentuk ideal semata. Selama sekitar 15 tahun menjalani Pilates, sejak 2011, Andien justru menemukan manfaat yang lebih jauh: tubuh yang lebih siap menopang berbagai aktivitas dan olahraga yang dijalaninya.
Andien mengaku Pilates telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup sehatnya. Latihan tersebut tidak hanya membantu menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi salah satu fondasi fisik yang mendukung aktivitasnya sebagai penyanyi sekaligus ibu.
“Mulai Pilates sejak 2011. Aku sendiri merasakan manfaatnya sebagai pondasi untuk olahraga yang lain, bahkan untuk ketahanan tubuh sehari-hari. Semua itu membantu,” ujar Andien.
Bagi Andien, konsistensi menjadi kunci. Pilates bukan olahraga yang dilakukan sekadar mengikuti tren, melainkan sudah menjadi kebiasaan yang melekat dalam kesehariannya.
Ia bahkan mengaku Pilates menjadi salah satu olahraga yang hampir dilakukan setiap hari. Dalam sebuah kesempatan, Andien menyebut latihan tersebut cukup dilakukan sekitar 20 hingga 30 menit dan bisa dilakukan di rumah.
Pengalaman selama bertahun-tahun membuat Andien semakin menyadari pentingnya mempersiapkan tubuh untuk menjalani berbagai fase kehidupan. Baginya, tubuh yang kuat bukan hanya dibutuhkan ketika berolahraga, tetapi juga untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Pandangan itu sejalan dengan prinsip hidup sehat yang selama ini ia pegang. Andien melihat kesehatan secara menyeluruh, bukan hanya dari kondisi fisik, tetapi juga keseimbangan mental dan jiwa.
Karena itu, memasuki usia yang terus bertambah bukan berarti mengurangi perhatian terhadap tubuh. Justru, pengalaman panjang menjalani Pilates membuat Andien semakin sadar bahwa kebugaran perlu dipersiapkan sejak dini.
“Selama 15 tahun ini aku seperti dibangunkan dari terlena. Jadi semakin sadar bahwa tubuh ini harus dijaga untuk hidup selama mungkin,” kata Andien.
Bagi Andien, Pilates akhirnya bukan sekadar rutinitas olahraga. Ia menjadi bagian dari cara menjaga tubuh agar tetap siap bergerak, berkarya dan menikmati perjalanan hidup dalam jangka panjang.
Di tengah kesibukannya sebagai musisi, pesan Andien sederhana: merawat tubuh bukan pekerjaan sesaat. Konsistensi kecil yang dilakukan bertahun-tahun justru bisa menjadi bekal besar untuk menjalani hidup.