Masuki Periode Kemarau, BNPB Imbau Pemda dan Masyarakat Lakukan Pencegahan Kekeringan dan Kebakaran
Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan instansi terkait serta segera melaporkan titik api, potensi kebakaran, atau kondisi kedaruratan lainnya melalui pusat telepon BNPB 117 atau BPBD setempat.
Reporter: very
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak pada masyarakat di beberapa wilayah Indonesia hingga Selasa (1/9) pukul 07.00 WIB.
Siaran pers Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengatakan, berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops), kejadian bencana yang dilaporkan masih didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
Di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, karhutla terjadi pada Kamis (27/8) sekitar pukul 11.10 WITA, tepatnya di Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu.
”Kebakaran membakar lahan seluas tujuh hektare dan berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Senin (31/8). Meskipun api telah berhasil dipadamkan, jalur pendakian masih ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi pendaki,” ujar Berton SP Panjaitan, Ph.D., Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin (31/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan dan sampah oleh warga. Api kemudian meluas ke sejumlah wilayah, yakni Desa Karkitan, Kecamatan Bayat; Desa Dlimas, Kecamatan Ceper; serta Desa Banaran dan Desa Segaran, Kecamatan Delanggu.
Luas lahan yang terdampak mencapai 11,1 hektare. Tim gabungan melakukan pemadaman dan berhasil mengendalikan api pada hari yang sama. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Selain karhutla, kekeringan akibat musim kemarau juga terjadi di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya di Desa Ujung Loe, Kecamatan Manyapa, pada Senin (31/8).
Kekeringan berdampak pada 18 Kepala Keluarga (KK) atau 72 jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, BPBD Kabupaten Bulukumba menyalurkan bantuan air bersih sebanyak satu tangki berkapasitas 5.000 liter.
Memasuki periode kemarau, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan bencana kekeringan dan kebakaran.
”Pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan air bersih dan kesiapan penanganan karhutla, sedangkan masyarakat dapat membantu mencegah meluasnya kebakaran dengan tidak melakukan pembakaran lahan, tidak membakar sampah secara sembarangan, dan tidak membuang puntung rokok yang dapat memicu api,” ujarnya.
Di wilayah terdampak karhutla, penggunaan masker terutama saat beraktivitas di luar ruang diperlukan untuk mengurangi paparan asap.
Sementara itu, penggunaan air secara bijaksana perlu dilakukan di wilayah yang mengalami keterbatasan air bersih.
”Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan instansi terkait serta segera melaporkan titik api, potensi kebakaran, atau kondisi kedaruratan lainnya melalui pusat telepon BNPB 117 atau BPBD setempat,” pungkasnya. *