indonews

indonews.id

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, Pramono Ingatkan Warga Lakukan 5 Langkah

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta warga tidak panik, namun tetap waspada dan melakukan sejumlah langkah pencegahan jika wilayah tempat tinggal mulai terdampak.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, Pramono Ingatkan Warga Lakukan 5 Langkah
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta warga tidak panik, namun tetap waspada dan melakukan sejumlah langkah pencegahan jika wilayah tempat tinggal mulai terdampak.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat melindungi diri dari paparan abu vulkanik. Warga juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi abu semakin pekat.

“Bila wilayahnya mulai terdampak abu vulkanik, lakukan 5M,” kata Pramono dalam keterangan melalui video, Minggu (6/9/2026).

Berikut lima langkah yang diminta Pramono dilakukan warga:

1. Memakai masker

Warga diminta menggunakan masker atau perlindungan diri, khususnya ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan perlindungan diri diperlukan untuk mengurangi paparan partikel abu vulkanik.

2. Menutup pintu dan jendela

Pintu dan jendela rumah diminta ditutup untuk mencegah abu masuk ke dalam ruangan. Warga juga diminta melindungi sumber air agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.

3. Membatasi aktivitas di luar ruangan

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika abu vulkanik terlihat semakin pekat di lingkungan sekitar.

4. Membasahi abu sebelum dibersihkan

Endapan abu vulkanik yang berada di lingkungan rumah sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan. Cara ini dilakukan agar partikel abu tidak kembali beterbangan dan terhirup.

5. Segera ke fasilitas kesehatan

Warga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan pernapasan atau kondisi penglihatan yang memburuk.

Pramono Minta Warga Tak Panik

Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga. Pemprov DKI Jakarta terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, dan instansi terkait.

Koordinasi dilakukan untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kondisi angin, serta arah pergerakan dan sebaran abu vulkanik. Pramono mengatakan arah penyebaran abu sangat dipengaruhi oleh kondisi angin. Karena itu, perubahan arah angin menjadi salah satu faktor yang terus dipantau pemerintah.

“Pemerintah Jakarta terus-menerus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, dengan BMKG, dengan instansi terkait,” ujarnya.

Pramono menyebut abu vulkanik Anak Krakatau telah menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta. Di tengah penyebaran abu vulkanik, Pramono meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Warga Jakarta diminta mendapatkan informasi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi pemerintah, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, dan BPBD. Pramono juga meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya karena berpotensi menimbulkan kepanikan.

“Dalam kesempatan yang seperti ini, kami meminta warga Jakarta untuk memantau informasi dari kanal resmi pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dengan baik,” tegasnya.

Dia kembali mengingatkan warga untuk menjaga diri dan keluarga dari paparan abu vulkanik serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan kesehatan.

“Tetap waspada, lindungi diri dan keluarga. Mari bersama-sama jaga Jakarta dengan menjaga kita sendiri-sendiri dari abu vulkanik,” pungkas Pramono.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas