Kompetisi Garssroot Liga Soeratin Jakarta U-15, Terdaftar 4 Pemain Asing
Reporter: indonews
Redaktur: indonews
Tahun 2025, pasukan jurnalis veteran “Kandang Ayam” mengawali membangun wadah kompetisi (grassroot), usia muda. Dengan menggelar Liga Jakarta U-17. Tujuannya, hanya satu.
Bahwa, sudah hampir 40 tahun, di Jakarta tidak ada wadah kompetisi usia muda. Oleh sebab itu, para wartawan yang pernah berkecimpung di lingkungan sepakbola nasional, mencoba meriset dan membangun “laboratorium” sepakbola, di lingkungan sepakbola Jakarta dan sekitarnya.
Selama ini, di Jakarta, bahkan di Indonesia, cenderung setiap penyelenggara, baik dari PSSI, Asprov, Askot atau pun Askab, dan bahkan lembaga-lembaga di Sabang – Merauke, dominan menggelar turnamen demi turnamen yang hanya berlangsung, seminggu, dua minggu saja. Dan, di jaman sepakbola modern, hanya bermain dalam turnamen, tanpa kompetisi, perkembangan anak-anak usia muda, hanya sia-sia.
“Kandang Ayam” productions lebih memilih menggelar wadah kompetisi, yang jangka waktunya memang sangat panjang, sekitar tujuh hingga delapan bulan, nonstop. Dengan system home anad away.
Liga Jakarta U-17 yang digelar musim lalu, menggelar 306 pertandingan, hampir delapan setengah bulan, April – November 2025, di Lapangan PSF MBAU Pancoran, Jakarta Selatan. Diikuti 18 klub amatir Jakarta dan sekitarnya. Hasilnya, Bina Mutiara, sebagai juara. Klub yang dbangun dengan konsep “bourding school.”
Tahun 2026 ini, “Kandang Ayam” productions beruntung, karena kompetisi yang digelar, “beranak” satu kelompok. Dan, dikasih nama Liga Soeratin Jakaarta U-15. Artinya, ada dua kelompok yang digelar musim ini, selain Liga Jakarta U-17.
Masing-masing kelompok umur, ada 16 klub amatir, SSB atau academy. Total, sejak 4 Juni 2026 lalu, sampai Desember nanti, panitia “Kandang Ayam” akan menggelar sekitar 250 pertandingan untuk Liga Soeratin Jakarta U-15, dan juga 250 pertandingan untuk Liga Jakarta U-17. Total, satu musim 2026 akan menggelar 500 pertandingan.
Salah satu yang sangat menggairahkan wadah grassroot yang dikelola “Kandang Ayam,” di musim 2026, saat memasuki putaran kedua, khususnya Liga Soeratin Jakarta U-16, ada empat (4) pemain asing, yang bergabung di salah beberapa klub peserta.
Yang pertama bernama, Ilias Isak, usia 14 tahun, memperkuat Tunas Indonesia, dengan nomor punggung 77. Isak, berdarah Maroko, warga negara Denmark, yang diantar langsung bapaknya ke markas “Kandang Ayam” saat verifikasi dan scscreening. Ibunya adalah konsulat di kedutaan Denmark.
Sudah bermain sejak putaran pertama, dan selalu bermain starter, sepanjang 30 menit x 2, dengan posisi gelandang atau playmaker. Walaupun, belum pernah mencetak gol, namun menurut pemandu bakat “Kandang Ayam” Berti Tutuarima dan Patar Tambunan, bakat, talenta dan skillnya sudah mumpuni, bahkan masuk dalam 50 pemain terbaik pilihan Berti dan Patar.
Di putaran kedua, di sela-sela pertandingan lanjutan Liga Soeratin Jakarta U-15, ada tiga pemain asing, yang siap berlaga di lapangan PSF MBAU Pancoran, sudah melakukan verifikasi dan screening. Ketiganya, masuk dalam PSF Academy, milik Gede Widiade.
Ahmed Muhab Muhamad, yang siap bergabung di PSF Academy U-16, dengan nomor punggung 27. Ahmed Muhab berwarganegara Sadan, dengan tinggi badan 175 Cm. Ingin seperti Neymar, walaupun posisinya sebagai gelandang menyerang. Remaja kelahiran, 18 Maret 2011 ini, masih sekolah di Sudanese Africa Asian School, Tebel, Jakarta Selatan.
Nathanial Alexander Akbar Dykes, sebagai warga negara Inggris, diantar langsung bapaknya, ke Lapangan PSF Pancoran, Minggu, 13 September 2026. Pemain kelahiran London, 10 Agustus 2011, berpostur 170 Cm, akan mengisi posisi sebagai gelandang, bernomor punggung 2. Bapaknya, yang jadi penggemar berat West Ham United, London, Inggris berharap, anaknya bisa berkembang jika ikut wadah kompetisi.
“Di Indonesia, tidak ada kompetisi, tapi saat ada informasi di PSF Pancoran bahwa ada wadah kompetisi, langsung bergegas anaknya didaftarkan,” tutur Peter Dykes. Kebetulan, di kelas 9 Highscope, Cilandak, juga ada ekstrakurikuler, juga ambil olahraga sepakbola.
Satu lagi, yang sudah didaftarkan PSF, adalah Shinichi Fujita, pemain kelahiran Jepang, 10 April 2013. Tubuhnya mungil, sudah siap berlaga di putaran kedua Liga Soeratin Jakarta U-15. Fujita saat ini, sekolah di Jakarta Japan School. Menurut bapaknya, Takao Fujita, di Jepang semua anak-anak sudah bermain sepakbola. Atau, sesuai keinginan anaknya, mau di cabang olahraga apa saja, ada jadwal latihannya.
Ibnu Graham, Dirtek PSF Academy dan Batavia FC, menjelaskan, bahwa ada lumayan pemain asing, yang siap ikut berlatih dan memperkuat PSF dan Batavia, karena lokasinya sangat strategis, deket dari mana-mana, dan deketa dengan para tempat tinggal orang tuanya.
“Kompetisi grassroot harus digalakkan sebanyak mungkin, karena anak-anak butuh jam terbang, mengasah skiil dan mental, serta waktunya dari sekolah ke olahraga. Mereka, butuh kesenangan betemu teman-teman baru, bukan main handphone,” tutur, mantan gelandang Persebaya Surabaya.
Bagi panitia “Kandang Ayam” hadirnya, empat pemain asing, seolah-olah sudah merasa sebagai ajang Liga 1 dan 2 Indonesia, yang bertabur pemain asing. Di youth development, khususunya di Jakarta, ternyata juga banyak orang tua mencari klub atau SSB atau pun academy sepakbola, agar cita-cita anaknya terjaga tetap saat merantau, untuk terus bermain sepakbola di negeri orang.