Jakarta, INDONEWS.ID - Kemayoran17 FC menunjukan konsistensinya di pekan keenam Liga Soeratin U-15, pertandingan kali ini Kemayoran17 menang tipis 2-1 atas lawannya Bintang Ragunan. Permainan taktis anak-anak Kemayoran mengunci kemenangan walau Bintang Ragunan berusaha menyamai kedudukan.
Kemayoran17 baik dalam organisasi tim, bola mengalir dari lini ke lini, para pemain Kemayoran memahami peran masing-masing dan jarang terjadi kegugupan saat satu lawan satu, mereka bisa mengatasi dengan kerja sama antar pemain.
2 gol yang dihasilkan pun dibangun hasil skema penyerangan nan terorganisir, namun kadang pemain depan Kemayoran tergesa-gesa ingin membuat gol, semestinya mereka bisa menghasilkan lebih dari 2 gol.
Sedangkan Bintang Ragunan mengandalkan serangan balik, untungnya 4 pemain belakang mereka mau kerja ekstra menghalau setiap serangan Kemayoran17. Gol yang dihasilkan Bintang Ragunan hasil kerja sama pemain tengah yang `ngotot` meraih poin maksimal, lalu mengalirkan bola dari sayap kiri, umpan lambungnya pas jatuh di kaki pemain depan, sekali goyang langsung menendang masuk ke gawang.
Pelatih Kemayoran17 Doni Hermanto mengakui anak asuhnya memang kurang di penyelesaian akhir, dan ini akan menjadi pekerjaan rumah baginya membenahi sentuhan akhir di lapangan. Dirinya bangga para pemainnya mampu menerjemahkan strategi yang diberikan, dan berjalan seperti keinginannya hingga 3 poin bisa diraih.
Menurutnya, pemain sudah mulai paham dengan posisi masing-masing dan kerja sama tim, hingga permainan Kemayoran17 cukup taktis. Hanya di penyelesaian akhir mereka kurang sabar ingin cepat merobek gawang lawan.
Untuk itu, dirinya bakal mengasah lagi kemampuan anak asuhnya di penyelesaian akhir, dan mempertahankan skema permainan yang sudah berjalan baik. Ia berharap menghadapi putaran kedua nanti, anak asuhnya bermain lebih baik lagi tetap konsisten bermain taktis.
Sedangkan pelatih Bintang Ragunan Abu Bakar mengatakan, Bintang Ragunan butuh pemain depan untuk menggedor pertahanan lawan, sementara pemain belakang dan tengah sudah baik dan bisa diandalkan.
Menurutnya, kekalahan ini bukan hanya kurang pemain depan tapi juga anak asuhnya kurang latihan bersama. Namun ia memaklumi kekurangan timnya saat latihan, karena rata-rata pemainnya masih sekolah jadi Bintang Ragunan jarang full tim saat latihan.
Menurutnya, Bintang Ragunan tak boleh lagi asal memasukan pemain untuk memenuhi kekurangan, harus latihan dahulu bukan begitu masuk ke tim langsung main di Liga Soeratin. Ia berharap di putaran kedua ada penambahan pemain depan dan pemainnya lengkap saat berlatih.