BGN Janji Investigasi Video Pria Dicambuk di KPPG Bogor, Korwil SPPG Bakal Disidang Etik
Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan investigasi terhadap dugaan penganiayaan yang melibatkan dua petugas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Jawa Barat. Kasus ini mencuat setelah video seorang pria dicambuk oleh rekannya viral di media sosial.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan investigasi terhadap dugaan penganiayaan yang melibatkan dua petugas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Jawa Barat. Kasus ini mencuat setelah video seorang pria dicambuk oleh rekannya viral di media sosial.
BGN menyiapkan langkah penegakan disiplin terhadap pihak-pihak yang terlibat. Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwakarta yang diduga melakukan pencambukan akan menjalani sidang etik kepegawaian di Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) BGN Pusat.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengatakan institusinya telah melakukan penelusuran untuk mengetahui kronologi dan fakta di balik kejadian tersebut.
“BGN menaruh perhatian serius terhadap peristiwa yang terjadi di lingkungan KPPG Bogor. Kami telah melakukan investigasi untuk mendalami kronologi dan fakta-fakta terkait. Setiap bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan dan harus ditangani secara serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Tysa dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).
Kepala Biro SDMO BGN, Rahman, mengatakan langkah penanganan internal dilakukan berdasarkan hasil investigasi dan ketentuan yang berlaku.
“Sebagai tindak lanjut atas hasil investigasi, posisi yang bersangkutan sebagai Koordinator Wilayah Purwakarta akan dilakukan penanganan melalui sidang etik kepegawaian di Biro SDMO BGN Pusat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Rahman.
Menurut Rahman, proses tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga profesionalisme, kedisiplinan, dan integritas personel yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.
BGN menegaskan bahwa setiap personel wajib menjaga sikap profesional, mematuhi ketentuan kepegawaian, serta menjunjung tinggi etika dalam menjalankan tugas. Perselisihan antarindividu tidak boleh diselesaikan melalui tindakan kekerasan, terlebih di lingkungan kerja.
Kejadian Terekam Video dan Viral
Dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu (14/10/2026), sekitar pukul 15.00 WIB, di lingkungan kantor KPPG Bogor. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria berada dalam posisi tiarap dan dicambuk berulang kali menggunakan benda yang diduga berupa selang. Dalam video itu, sejumlah pria lain terlihat berada di sekitar lokasi kejadian.
Kepala KPPG Bogor, Haidir, menyebut peristiwa tersebut melibatkan dua orang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas di lingkungan SPPG Purwakarta.
Haidir mengatakan pihaknya masih mendalami pemicu perselisihan tersebut, termasuk kemungkinan persoalan pribadi atau masalah yang berkaitan dengan pekerjaan.
“Pertama memang kemarin kami secara langsung sudah menegur dengan keras terhadap kedua SPPI tersebut, dan menyampaikan bahwa itu tidak boleh terjadi,” kata Haidir, Jumat (16/10/2026).
Ia juga menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan BGN di Jakarta untuk menentukan tindak lanjut terhadap kedua pihak yang terlibat.
Berdasarkan penelusuran BGN, Kepala KPPG Bogor dan Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) berada di lingkungan kantor ketika perselisihan terjadi. Pihak KPPG kemudian berupaya melerai dan menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan.
Selain investigasi internal, kepolisian juga melakukan penyelidikan atas dugaan penganiayaan tersebut. Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Imam, sebelumnya menyebut terduga pelaku merupakan Koordinator Wilayah SPPG Purwakarta berinisial GD, sedangkan korban adalah Kepala SPPG Purwakarta berinisial RAN.
BGN menegaskan bahwa proses penanganan internal harus berjalan sesuai ketentuan dan berdasarkan hasil pemeriksaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan dugaan pelanggaran ditangani secara proporsional.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan personel yang bertugas dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. BGN menegaskan bahwa setiap perselisihan harus diselesaikan sesuai aturan, bukan melalui tindakan kekerasan.