Home › Nasional

BGN Buka Ruang Mitra Ganti Yayasan yang Tak Berkontribusi di Program MBG

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 04/10/2026 12:49 WIB


BGN Buka Ruang Mitra Ganti Yayasan yang Tak Berkontribusi di Program MBG

Jakarta, INDONEWS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) membuka ruang bagi mitra untuk mengganti yayasan yang dinilai tidak memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pergantian yayasan dapat dilakukan melalui pembaruan perjanjian kerja sama pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya menemukan sejumlah persoalan dalam proses registrasi, terutama terkait hubungan antara mitra pembangunan dan yayasan yang menaungi SPPG.

Menurut Sudaryono, terdapat yayasan yang tidak berkontribusi terhadap operasional maupun pembinaan dapur SPPG. Namun, yayasan tersebut meminta mitra menyetorkan sejumlah uang berdasarkan jumlah ompreng yang disalurkan.

"Adanya mitra yang kemudian sudah membangun dapur itu diminta untuk menyetorkan sejumlah uang per ompreng kepada yayasan, di mana yayasan ini tidak melakukan apa pun, tidak memiliki kontribusi apa pun, tidak juga aktif di dapur, tidak melakukan pembinaan," ujar Sudaryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti karena dapat menambah beban mitra. Kondisi itu juga berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

BGN, kata Sudaryono, ingin memastikan anggaran MBG digunakan secara maksimal untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, serta dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

"Atas dasar efisiensi, keadilan, dan pemanfaatan anggaran MBG secara maksimal, kami memberikan ruang kepada mitra yang merasa dirugikan untuk mengganti yayasan yang menaunginya, terutama apabila yayasan tersebut tidak memberikan kontribusi terhadap jalannya dapur," katanya.

Untuk mendukung mekanisme tersebut, BGN telah menyediakan dua portal registrasi. Masing-masing portal ditujukan bagi yayasan dan mitra.

Melalui mekanisme tersebut, mitra dapat mengajukan yayasan baru sekaligus menyampaikan bukti terkait persoalan atau kerugian yang dialami selama menjalankan kerja sama.

BGN selanjutnya akan memproses pengajuan tersebut sesuai ketentuan dan mekanisme registrasi yang berlaku.

Sudaryono berharap langkah tersebut dapat menciptakan hubungan kemitraan yang lebih sehat. Dengan demikian, anggaran MBG dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penerima manfaat.

"Intinya kami ingin pelaksanaan MBG ini betul-betul uang yang tersalurkan itu dikonversi menjadi menu makanan yang kualitasnya baik dan diterima dengan baik, kandungan gizinya baik, pertanggungjawabannya baik, akuntabilitasnya baik dan transparan," tutur Sudaryono.

Artikel Lainnya