Budaya

Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Film "Impian 1000 Pulau" Bisa Ubah Masyarakat

Oleh : very - Rabu, 03/10/2018 16:01 WIB

Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi (ketiga dari kini) dalam acara penandatanganan

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Wakil Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menilai bahwa industri kreatif seperti film dapat memberi motivasi kepada masyarakatnya. Tak kecuali film “Impian 1000 Pulau” juga dinilai mampu memberi motivasi dan dapat mengubah masyarakat di Kepulauan Seribu.

"Saya katakan bahwa dengan film ini, masyarakat didorong agar bisa sejahtera dan mandiri kedepannya, mudah-mudahan ini bisa membuat motivasi masyarakat Kepulauan Seribu agar harus bisa sama dengan masyarakat di darat," katanya disela-sela acara pendandatanganan “1 Tiket 1 Mangrove” di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2018).

Junaedi mengatakan, film itu menunjukkan bahwa anak-anak Kepulauan Seribu tak hanya bisa bermain pasir dan menangkap ikan. Namun, anak-anak Kepulauan Seribu juga punya inovasi kreatif membuat film.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu kami ucapkan terima kasih karena ke depannya kami yakin Kepulauan Seribu akan berkembang. Endingnya yaitu adalah masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Semoga film ini membuat motivasi anak-anak di pulau sama dengan anak-anak di darat,” ujar Junaedi.

Junaedi mengatakan bahwa ada beberapa dampak positif dari pembuatan film ini. Selain mampu memberi motivasi kepada anak-anak muda Kepulauan Seribu, juga dapat mendongkrak pariwasata di daerah tersebut.

“Film ini merupakan ajang promosi. Saya yakin akan banyak pendatang yang akan ke sana,” ujarnya.

Film ini juga mampu membuat lingkungan hidup terjaga. Pasalnya, setiap pembelian 1 tiket, akan diperuntukan bagi penanaman 1 pohon mangrove. Junaedi optimistis Kepulauan Seribu akan menjadi juara satu penanaman mangrove menggantikan Jakarta Utara, yang berulang kali menjadi juara.

Pembuatan film itu juga diyakini mampu meningkatkan UMKM di kawasan yang telah dinobatkan sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas di Indonesia tersebut. Dalam acara tersebut juga diperkenalkan produk-produk olahan UMKM seperti dari tanaman mangrove.

“Ini kan pengelolaan UMKM, nanti kami akan buat loksem, (lokasi sementara). Mereka diedukasi agar membuat kemasan produk-produk yang sama dengan produk modern,” ujarnya.

Yang pasti, pembuatan film tersebut bisa meningkatkan pariwisata. “Dengan film ini membuat Kepulauan Seribu akan makin dikenal. Kemarin Bupati menandatangani MoU dengan Kementerian PUPR terkait percepatan pembangunan. Memang infrastruktur kita masih kurang, seperti dermaga,” ujarnya.

Karena itu, kata Junaedi, semua pulau di Kepulauan Seribu akan dikembangkan. “Pengembangan wisatanya akan kita lakukan semuanya, jangan hanya di Pulau Tidung dan Lutung Jawa saja. Ada 110 pulau yang harus kita garap. Ini akan menjadi role model pengembangan pulau. Saya yakin ini akan mengubah Kepulauan Seribu,” ujarnya.

Film "Impian 1000 Pulau" mengangkat cerita tentang hubungan Galang, seorang anak nelayan (Karel Susanteo) yang ingin mengejar mimpi namun ditentang oleh sang ayah (Rifnu Wikana) yang berprofesi sebagai nelayan.

Film yang menampilkan perpaduan budaya Bugis di tanah Betawi ini didukung oleh sejumlah artis senior, seperti Asri Welas dan sejumlah pemain stand-up comedy. 

Film ini disutradarai oleh Naphtali Ivan (19th), ditulis oleh Ernest Lesmana (22th), diproduseri oleh Kevyn Augusta (20th), Shareen Natalie (19th), dan juga bekerja sama dengan dengan produser dari Kepulauan Seribu, Yayi Puspita Sari (17th), Siti Soleha Sari (17th), dan Grace Natasya Setyaki Winotouw (19th). (Very)

Artikel Terkait