Budaya

Menpar Arief Yahya Tinjau Momen Fulan Fehan 2018

Oleh : Abdi Lisa - Minggu, 07/10/2018 12:01 WIB

Menteri Pariwisata Arief Yahya meninjau persiapan kegiatan Fulan Fehan (Foto Kemenpar)

NTT, INDONEWS ID – Menteri Pariwisata Arief Yahya meninjau langsung persiapan kegiatan Fulan Fehan yang diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan ini merupakan momen 100 Wonderful Event CoE 2018 yang di dalamnya mempersembahkan festival Fulan Fehan di Puncak Fulan Fehan kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu, NTT.

Ketika memantau kegiatan, Arief Yahya melihat sejumlah 1.500 penari yang sedang persiapan gladi resik. Di hadapan Menpar tersebut, Bupati Belu Willybrodus Lay dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Marius Jelamu, 1500 penari ini mempertontonkan tarian Likurai yang sangat legenda.

"Atraksi seperti ini yang dibutuhkan untuk mendatangkan wisatawan melalui cross border. Setidaknya, NTT harus punya minimal tiga event skala nasional seperti Festival Fulan Fehan di dekat pintu-pintu masuk perbatasan," ujar Arief Yahya yang mengirimkan rilisnya ke Indonews, Minggu (7/10).

Ia yakin bahwa acara diatas merupakan daya tarik pariwisata di wilayah border tourism. Kuncinya hanya satu, mempersembahkan seni dan budaya musik serta kuliner untuk menggaet pasar negara tetangga.

" Apalagi, warga Timor Leste bisa masuk ke Indonesia dengan menggunakan bebas visa kunjungan , sehingga warga Timor Leste bisa menggunakan uangnya di Indonesia," ujarnya.

Dia menjelaskan yang tak kalah penting adalah komitmen kepala daerah. Seperti gubernur, wali kota, dan bupati. Komitmen untuk terus menjaga akses, amenitas, dan atraksi di daerahnya. Tujuannya untuk terus menjaga kedatangan wisatawan.

Ia sangat senang dengan event yang diprakarsai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Pariwisata ini sudah menggunakan koreografer level nasional. Momen ini sebagai 100 Wonderful Event CoE 2018 sebab menggunakan kurator kelas nasional.

Fulan Fehan adalah sebuah lembah di kaki Gunung Lakaan yang menyuguhkan panorama sabana hijau nan luas. Lembah ini berada di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, NTT. Sekitar 26 km dari Atambua, ibukota Kabupaten Belu.

Seperti diketahui bahwa bukit Fulan Fehan memiliki hamparan padang sabana luas dengan warna hijau.  (Abdi.K)

Artikel Terkait