Bisnis

Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa, Persis Pemikiran Rizal Ramli

Oleh : indonews - Kamis, 10/01/2019 23:07 WIB

Rizal Ramli, kebijakan BI terbaru terkait rekening eksportir selaras dengan pemikirannya ketika menjadi Menko Kemaritiman. (foto : ist)

Jakarta, INDONEWS.ID – Rencana Bank Indonesia (BI)  menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir  membawa Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke dalam negeri per 1 Januari 2019 ternyata selaras dengan ide dan gagasan ekonom senior, Rizal Ramli. 

Di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Senin (7/1/2019) hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Ketua OJK Wimboh Santoso.

Aturan itu merupakan implementasi dari penyempurnaan Paket Kebijakan Ekonomi XVI. 

Apa yang dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia ini sama persis seperti saran Rizal Ramli di berbagai kesempatan, baik di forum kampus maupun di berbagai media.

Disebutkan, untuk membuat rupiah stabil, Rizal Ramli meminta pemerintah untuk mewajibkan eksportir menempatkan hasil ekspornya masuk ke sistem keuangan. 

Hal  ini karena dana hasil ekspor, menurut dia banyak ditempatkan di luar negeri seperti di Hong Kong dan Singapura.

"Wajibkan eksportir untuk tempatkan hasil ekspor ke dalam. Caranya harus wajib, masukkan dalam sistem sehingga cadangan devisa membaik dan kurs rupiah stabil," ujar Rizal Ramli.

Dia mencontohkan, Thailand yang hasil ekspornya masuk lima persen dan mengubah aturan atau undang-undangnya, Slsekarang telah berhasil meningkatkan dana hasil ekspor lebih besar masuk ke Thailand. 

"Kita bisa lakukan, mas Jokowi keluarkan Perppu," Ungkap RR, panggilan akrabnya.

Dan sebenarnya usulan mewajibkan eksportir bawa pulang devisa ini sudah pernah disampaikan kepada Gubernur BI Agus Martowardoyo dan Menko Perekonomian Darmin Nasution pada rapat koordinasi di Bank Indonesia akhir tahun 2015. 

"Tapi sayangnya, mereka tidak menghiraukan usul yang mungkin karena saya menjabat Menko Maritim saat itu," bukanya.

Seperti diketahui Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya akan membuatkan rekening khusus bagi penyimpan devisa di dalam negeri dalam aturan baru itu.

 Selama penyimpanannya, bank sentral akan memberikan insentif berupa pemotongan pajak deposito.

"Mengenai kebijakan Devisa Hasil Ekspor tadi perlu ditegaskan, bahwa yang ditempuh ini konsisten dengan UU lalulintas devisa, UU 24/99, mekanisme yang kita lakukan adalah kemudahan  memasukkan devisa dan menukarkan dalam rupiah serta pemberian insentif. Kemudahannya, kami akan terbitkan PBI terkait rekening simpanan khusus," kata Perry Warjiyo. (hilary)

Loading...

Artikel Terkait