Daerah

Datangi Bawaslu Kota Bogor, Bima Arya Disodori 15 Pertanyaan

Oleh : Ronald Tanoso - Sabtu, 12/01/2019 09:03 WIB

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan ada sebanyak 15 pertanyaan yang ditanyakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor kepada dirinya terkait pose satu jari saat menghadiri acara di Pondok Pesantren Al Ghazali.

Bogor, INDONEWS.ID - Dalam rangka memberikan keterangan terkait pose satu jari di sebuah acara, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu Kota Bogor, Jawa Barat pada Jumat, (11/1/2019).

Disampaikan Bima, ada sebanyak 15 pertanyaan yang ditanyakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor kepada dirinya.

"Yang saya sampaikan, pertama, saya menerima undangan dari Pondok Pesantren Al Ghazali melalui Ustaz Turmuzi yang disampaikan melalui WA maupun surat," kata dia.

Ia menjelaskan, surat tersebut ditujukan kepada dia pribadi dengan penulisan nama dalam surat undangan atas nama dirinya Bima Arya bukan sebagai wali kota.

"Saya datang ke sana sekitar jam setengah dua belas, saat itu tepat ketika Pak Kiai (Ma'ruf) mengadakan konferensi pers," katanya.

Dia mengatakan, saat itu dia diminta duduk di depan Kiai Ma'ruf. Lalu menjawab pertanyaan wartawan terkait kehadiran dia.

"Teman-teman wartawan langsung secara spontan menanyakan maksud kedatangan saya," kata Bima.

Bima mengatakan, ketika menjawab pertanyaan wartawan langsung secara insting, secara refleks mengatakan, maksud kedatangannya cuma satu yang disertai dengan penekanan, penguatan makna mengacungkan satu jari.

"Saya itu orangnya ekspresif, jadi kalau bicara dua saya kasih simbol dua, kalau semangat saya kepalkan tangan, kalau lima saya buat lima. Kemarin itu secara refleks saya sebutkan satu, ya, itu yang kemudian ditafsirkan macam-macam," kata Bima.

Ia juga menjelaskan beberapa alasannya kepada Bawaslu bahwa kehadirannya pada acara itu terjadi di hari libur, bukan hari kerja. Kedatanganya juga bukan untuk kampanye.

"Tapi saya diundang, ketika simbolisasi satu, penguatan makna, tentang alasan saya datang ke sana yaitu satu memuliakan tamu," tegas Bima. (ronald)

Artikel Terkait