Bisnis

Terbitkan RDPT UKM, Dirut PNM: Mendorong Anak Usaha Makin Moderen dan Profesional

Oleh : very - Selasa, 29/01/2019 21:30 WIB

Dirut PNM Arief Mulayadi menyaksikan acara penandatanganan Perjanjian Penerbitan MTN PNM Ventura Capital, di Ruang Rapat Dana Sejahtera PT PNM Investment Management di Menara Taspen Lt 10, Jalan Jenderal Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019). (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Mengawali tahun 2019, PT PNM Investmen Management kembali menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas Sekor Riil yang diinvestasikan pada pembiayaan produktif untuk UKM di Indonesia. Reksa Dana ini telah dicatat di  Otoritas Jasa Keuangan sejak Desember 2018.

Reksa Dana Penyertaan Terbatas PNM Multisektoral VII telah mengumpulkan dana investor sebesar Rp20 Miliar.

Pihak Antara (Intermediary) dalam penerbitan reksa dana ini adalah PT PNM Venture Capital yang merupakan anak perusahaan dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani, Arief Mulyadi mengatakan, bahwa penerbitan Reksa Dana Penyertaan Terbatas itu dimasudkan untuk mendorong anak usaha agar mereka semakin modern dan profesional.

“Karena kalau PNM Venture Capital ini sudah masuk dalam capital market maka yang lihat bukan hanya kami (PT PNM red), tapi juga adalah investor, regulator, dan penunjang profesi juga sehingga ini memicu mereka. Sekarang sudah moderen dan profesional tapi kami harapkan agar semakin moderen dan profesional,” ujar Arief di sela-sela acara penandatanganan Perjanjian Penerbitan MTN PNM Ventura Capital, di Ruang Rapat Dana Sejahtera PT PNM Investment Management di Menara Taspen Lt 10, Jalan Jenderal Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Arief mengatakan, unit PNM Ventura Capital ini baru pertama kali masuk capital market. Biasanya itu dikemas dalam reksa dana penyertaan terbatas.

Dia mengatakan, penerbitan Reksa Dana Penyertaan Terbatas itu dipergunakan sebagai bisnis modal kerja mereka, baik pembiayaan maupun penyertaan modal untuk perusahaan patungan usaha.

Ditanya terkait kontribusi anak usaha PT PNM, Arief mengatakan bahwa kontribusinya ada, walau memang tidak sepenuhnya seperti yang ditargetkan. “Namun, untuk RKP tahun 2018 cukup besar. Tapi kami berutung karena PNM sendiri melampaui target RKP 2018,” ujar Arief.

(Bambang Siswaji, Direktur Utama PNM Investment Management dan Feber Netyantaka, Direktur PT PM Venture Capital dalam acara penandatanganan Perjanjian Penerbitan MTN PNM Ventura Capital).

Bambang Siswaji, Direktur Utama PNM Investment Management menuturkan bahwa untuk tahap pertama ini, penerbitan RDPT PNM Multisektoral VII memiliki underlying MTN PNM VC seri A senilai Rp250 Miliar.

Selanjutnya, nilai RDPT ini akan ditingkatkan menjadi maksimal Rp 500 milar dengan tambahan underlying MTN PNM VC seri B yang rencananya akan diterbitkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Dijelaskannya, MTN PNM seri A tersebut memiliki tenor 5 tahun, dan akan jatuh tempo pada 30 Januari 2024.

Bambang menambahkan, PT PNM Investment Management fokus dalam pengembangan produk RDPT baik konvensional maupun syariah, untuk mendukung pengembangan sektor rill terutama infrastruktur, usaha potensial penghasil devisa, dan energi berkelanjutan, selain segmen UKM.

Feber Netyantaka, Direktur PT PM Venture Capital menjelaskan bahwa tujuan penggunaan dana dari MTN adalah sebagai tambahan modal kerja untuk pembiayaan usaha produktif bagi UKM yang memiliki potensi untuk berkembang dengan risiko terukur.

Artikel Terkait