Gus Syauqi: KH Ma`ruf Amin Menghomati Aturan KPU

Oleh : very - Senin, 22/04/2019 17:33 WIB

Ahmad Syauqi atau biasa dipanggil Gus Syauqi, putera dari KH Ma`ruf Amin, saat menghadiri kampanye pilpres. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Situasi bangsa dan negara kita saat ini seperti berada diujung perpecahan. Ini ulah sekelompok orang yang tidak mau mengakui kekalahan dalam pesta demokrasi yang baru saja berlangsung pada 17 April 2019. Mereka tidak siap kalah, dan hanya siap menang.

Karena itu, mereka terang-terangan menolak quick count, yang merupakan produk ilmu pengetahuan modern. Ironisnya, yang mereka akui hanyalah real count miliknya saja, yang kebenaranya pun dipertanyakan.

Sementara itu, kubu Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin mengakui hasil quick count dari lembaga survei yang ada. Namun kubu pasangan 01 itu tetap memilih menunggu pengumuman oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam Pemilu.

Calon Wakil Presiden dari kubu 01, KH Maruf Amin menaggapi santai terkait kemenenagan tersebut. Menurut Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin atau yang biasa dipanggil Gus Syauqi, KH Ma’ruf Amin tetap menghormati aturan yang ada, yaitu menunggu pengumuman dari KPU.

“Beliau menghormati aturan yang ada,” ujar Gus Syauqi yang juga Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA, kepada Indonews.id, Minggu (21/4).

Seperti diketahui, Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin meminta masyarakat untuk tidak memanggilnya dengan sebutan wakil presiden alias wapres untuk sementara ini. Hal itu karena belum ada pengumuman hasil suara Pilpres 2019 secara resmi dari KPU.

"Saya meminta kepada kiai dan masyarakat untuk tidak memanggil saya dengan sebutan wapres dulu, karena kita semua masih menunggu penghitungan suara oleh KPU," kata Maruf Amin saat bersilaturrahmi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBN), di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj, Sekjen PBNU H Helmy Faishal, dan Rais Am PBNU KH Miftahul Ahyar.

Pada kesempatan itu, Maruf Amin mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan pemilu presiden yang berjalan, aman, tertib, jujur, dan adil.

"Saya mengucapkan puji syukur, karena dari hasil quick count, ternyata memenangkan pasangan Capres – Cawapres 01. Namun, baru penghitungan quick count, belum penghitungan riil dari KPU," katanya.

Maruf Amin juga berterima kasih karena selama menunggu proses penghitungan suara di KPU, masyarakat tetap tenang dan kondusif. "NU kali ini utuh dan kompak. Peran NU dalam pilpres luar biasa," katanya.

Karena itu, Maruf juga mengajak pengurus NU untuk turut mengawal dan merawat negara Indonesia ke depan.

"Agar Indonesia terus aman dan damai, tidak ada konflik-konflik dan mendorong agar bangsa Indonesia lebih sejahtera," pungkasnya. (Very)

 

Artikel Terkait