Nasional

Menghormati HUT ke-90 Legenda Pemasaran Indonesia

Oleh : luska - Jum'at, 27/06/2025 06:22 WIB


Depok, INDONEWS.ID-. Rerata usia orang Indonesia adalah 73,2 tahun. Jika Prof. Teddy Pawitra dapat mencapai anugrah 90 tahun, itu adalah hal yang luar biasa. Lebih Istimewa lagi, di usia ke 89 ia masih menulis buku teks tebal mengenai pemasaran relasional. Bagi mahasiswanya, mantan Presdir Mercedes Benz Indonesia, dan kini masih menjabat komisaris di sejumlah perusahaan terkemuka adalah suatu legenda.

Untuk menghormatinya, mahasiswanya doktoralnya di Program Pascasarjana Ilmu Manajemen (PPIM) FEB-UI, yang sebagian sudah pula menjadi professor bersama-sama menulis sebuah buku pemasaran terkini. Prof. Teddy ikut menulis di bab pertama mengenai Ko-kreasi Nilai: Konsep Inti Disiplin Pemasaran.

Diluncurkan Kamis, 26 Juni 2025, di Gedung PPIM, Depok, Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah yang menyempatkan hadir mengatakan, “Buku ini diterbitkan pada saat yang tepat, ketika dunia pemasaran berubah sangat cepat. Saat pemasaran memanfaatkan neuroscience yang sebelumnya menjadi ranah mahasiswa Fakultas Kedokteran, atau kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin yang seharusnya menjadi mainan mahasiswa Fakultas Teknik dan MIPA.”

Buku berjudul Pemasaran: Refleksi Masa Kini dan Masa Depan, diterbitkan khusus untuk merayakan HUT ke-90 Prof. Teddy Pawitra oleh lebih dari 20 orang doktor dan professor didikannya, serta tiga penulis tamu, termasuk seorang professor dari Tsing Hua University. Editor buku ini mantan Kepala Divisi Matari Advertising serta Wakil Rektor Sampoerna University Dr. M. Gunawan Alif bersama Ketua Program Doktor Universitas Esa Unggul, Dr. Triyono Arief Wahyudi.

Saat peluncuran buku, Dr. Haryani Primani, doktor lulusan terbaik PPIM 2023 membedah dan menganalisis isi buku bersama Haryyadin Mahardhika Ph.D., mantan akademikus yang kini mengembangkan sejumlah bisnis yang berkembang pesat. Haryyadin menyebut, “Buku ini sesungguhnya menggambarkan school of thought beragam yang dikembangkan di PPIM.”

Dr. M. Gunawan Alif  selaku editor menjelaskan, “Keragaman pemikiran pemasaran justru memperkuat dan memperkokoh kegiatan pemasaran. Selaku editor saya percaya keragaman hutan tropis jauh lebih kaya dari tegakan hutan monokultur.”

Bagi mantan mahasiswanya, Prof. Teddy Pawitra memang legenda. “Beliau lebih dari sekadar guru, beliau adalah Kompas yang meberikan arahan. Kelas-kelasnya mengajarkan kami bukan hanya teori pemasaran, tetapi juga cara berpikir,” kata Prof. Dr. T. Ezni Balqiah salah satu kontributor buku yang menulis tentang Ekonomi Sirkuler.

Lahir di Manado 19 Juni 1935, Prof. Teddy Pawitra menjadi pelopor dalam memperkenalkan prinsip-prinsip pemasaran relasional dalam lanskap akademis Indonesia. Selama puluhan tahun pengabdiannya, beliau telah menginspirasi ribuan mahasiswa untuk mengejar karier yang bermakna di berbagai industri, banyak di antaranya telah menjadi pemimpin dalam bisnis, akademisi, dan layanan publik.

Dekan FEB UI, Yulianti Abbas, Ph.D. menyebutkan upaya penulisan buku seperti ini merupakan hal yang penting untuk terus dipelihara. “Dengan membukukannya maka gagasan dan pemikiran akademis akan tercatat, dikritisi dan terus diperbaiki.”

Sedang Prof. Dr. Rizal E. Halim yang menulis dua bab dalam buku ini menyebutkan, “Upaya ini sebaiknya dijadikan tradisi, karena mendorong terciptanya ikatan batin yang kuat antara seorang professor dengan murid-muridnya. Sebuah ikatan yang tak akan putus ditelan waktu.

Diterbitkan terbatas oleh Saka Production, buku dapat dipesan melalui WA 0812 8899 4671 dan 0812 3372 8812.

TAGS : Buku

Artikel Lainnya