Daerah

Cianjur Siap Sukseskan Program Swasembada Bawang Putih 2021

Oleh : tirto prima putra - Sabtu, 25/05/2019 17:06 WIB

CIANJUR- Sebagai salah satu pusat produk hortikultura di Provinsi Jawa Barat, kawasan pengembangan bawang putih di Cianjur tersebar di Kecamatan Cugenang, Pacet, Cipanas, Sukaresi, Warung Kondang dan Sukanegara. Bawang putih sendiri dijadikan pemerintah sebagai salah satu target pencapaian swasembada tahun 2021.

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Multi Jaya Giri merupakan gapoktan yang merintis pengembangan bawang putih di Cianjur. Gapoktan ini bermitra dengan PTPN VIII untuk mengelola lahan HGU yang selama ini terlantar untuk ditanami bawang putih. "Kami bersama anggota menyewa tanah milik PTPN VIII dengan biaya sewa per hektare sebesar Rp 10 juta per tahun. Lahan tersebut ditanami bawang putih dengan potensi panen sekitar 10 - 12 ton per hektare. Varietas  yang dikembangkan yaitu varietas lumbu kuning, lumbu hijau dan sangga sembalun," ucap Suhendar, Ketua Gapoktan Multi Jaya Giri, Sabtu (25/5).

Suhendar memastikan semua hasil panen bawang putih akan dijadikan benih untuk memenuhi kebutuhan petani. "Harga jual benih bawang putih saat ini sekitar Rp. 50 ribu per kg. Saat ini di gudang gapoktan tersedia 50 ton benih bawang putih dan pada tahun 2019 gapoktan Multi Jaya Giri menargetkan dapat  memproduksi benih bawang putih sebesar 150 ton," lanjutnya.

Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman dalam kunjungannya ke Cianjur sangat mendukung pengembangan bawang putih di Cianjur. "Kami sangat mendukung upaya pengembangan bawang putih di Cianjur. Dari hasil panen diharapkan semua bisa menjadi benih dan dapat berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan benih bawang putih nasional," ujar Sukarman.

Kepala Dinas Pertanian Cianjur, Mamad Nano mengungkapkan keyakinannya akan potensi besar pengembangan bawang putih di Cianjur. "Pada 2018 pertanaman bawang putih ada sekitar 230 hektare. Pada 2019 ini Cianjur mendapatkan bantuan APBN untuk pengembangan bawang putih seluas 250 hektare. Selain itu juga ada sekitar 12 importir yang melaksanakan kewajiban tanam bawang putih di Cianjur", ujar Nano.

Potensi lahan untuk pengembangan bawang putih di Cianjur seluas kurang lebih 3.750 hektare. Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur juga mendorong perusahaan-perusahaan yang memiliki lahan HGU yang cocok untuk ditanami bawang putih bisa dikerjasamakan dengan kelompoktani dan gapoktan untuk dimanfaatkan untuk menanam bawang putih sehingga dapat mendukung Cianjur menjadi sentra bawang putih di Jawa Barat.

"Kami bersemangat mengembangkan bawang putih karena dorongan dari Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian. Sekaligus kami juga mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah untuk menyediakan fasilitas pengairan guna menunjang budidaya bawang putih pada musim kemarau. Daerah pegunungan ketika musim kemarau tanah menjadi kering dan tanaman kekurangan air," Suhendar kembali menambahkan.

Artikel Terkait