Daerah

Kerusuhan Ciderai Malam Takbiran Di Buton

Oleh : Ronald T - Kamis, 06/06/2019 14:20 WIB

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tenggara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harry Golden Hart menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Pada Selasa (4/6) sekitar pukul 20.00 WITA, kemudian pada pukul 20.45 WITA, konvoi kembali dilakukan ke Desa Sampuabalo dan melewati Desa Gunung Jaya. Ketika sampai di pertigaan Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya, peserta berteriak akan menyerang rumah warga Gunung Jaya.

Jakarta, INDONEWS.ID - Malam Takbir yang seharusnya dirayakan dengan suka cita namun malah berlangsung ricuh. Suasana rusuh ini terjadi di Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo, Buton, Sulawesi Tenggara.

Kerusuhan yang terjadi pada malam takbiran yang berlangsung pada Selasa, (4/6/2019) lalu, terjadi saat sejumlah pemuda melakukan konvoi dengan puluhan kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot racing.

Saat melakukan konvoi didwpan permukiman warga, para pemuda tersebut memainkan gas motor mereka sehingga menimbulkan suara yang sangat bising karena knalpot racing yang mereka gunakan pada motornya. Hal tersebut pun membuat masyarakat Desa Gunung Jaya terganggu.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tenggara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harry Golden Hart menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Pada Selasa (4/6) sekitar pukul 20.00 WITA, kemudian pada pukul 20.45 WITA, konvoi kembali dilakukan ke Desa Sampuabalo dan melewati Desa Gunung Jaya. Ketika sampai di pertigaan Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya, peserta berteriak akan menyerang rumah warga Gunung Jaya.

"Tak lama kemudian terjadi pelemparan ke arah rumah rumah warga Gunung Jaya kemudian masyarakat Desa Gunung Jaya tidak menerimanya dan terjadi keributan antara pemuda Desa Sampuabalo dan pemuda Desa Gunung Jaya," ujar Harry pada Kamis (6/6/2019).

Sekitar pukul 21.00 WITA, dua orang anggota Polsek Sampuabalo datang untuk melerai pertikaian tersebut.

Puncak pembakaran rumah warga terjadi pada Rabu (5/6) pukul 14.30 WITA. Massa dari Desa Sampuabalo kembali mendatangi Desa Gunung Jaya dan melakukan pembakaran rumah warga. Mereka menggunakan bom molotov yang dilempar ke rumah warga.

Setelah sekitar dua jam kerusuhan kembali terjadi, pada pukul 16.21 WITA satu pleton Dalmas di lokasi.

"Update sampai siang ini ada 87 rumah yang dibakar," tuturnya.

Harry mengatakan pihaknya masih mengejar pelaku pembakaran.

"Masih dalam pengejaran aparat," tandasnya. (rnl)



 

Artikel Terkait