Nasional

Ma`ruf Amin Sebut Presiden Jokowi Segera Bertemu Prabowo Subianto

Oleh : Marsi Edon - Kamis, 04/07/2019 18:01 WIB

Wakil Presiden Terpilih Prof. Dr. K.H. Ma`ruf Amin (Foto: Kompas.com)

Jakarta, INDONEWS.ID - Wakil presiden terpilih Ma`ruf Amin menyebutkan, Presiden Joko Widodo segera menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Namun, ia belum memastikan, kapan pertemuan tersebut akan dilaksanakan. Hal ini ia sampaikan setelah menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Kamis 4 Juli 2019.

Ma`ruf Amin sendiri menyakini, keduanya akan bertemu untuk sama-sama membangun bangsa ini ke depannya. Karena itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saya kira tunggu aja saatnya, pasti akan ada pertemuan pasti," kata Ma`ruf di Jakarta, Kamis,(4/07)

Wapres terpilih itu juga menjelaskan soal pelantikan presiden dan wakil presiden pada bulan Oktober mendatang. Pasangan terpilih berharap, semua tokoh bisa hadir termasuk Praboowo Subianto.

"Tentu sudah Pak Jokowi sudah bilang berharap (Prabowo) datang (pelantikan)," jelasnya.

Terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendorong wakil presiden terpilih Ma`ruf Amin untuk lebih fokus ke masalah ekonomi dan sosial selama lima tahun ke depan. Kedua masalah tersebut mesti mendapatkan perhatin serius karena sesuai denga kondisi hari ini.

"Secara umum bukan yang dihadapi presiden dan wakil presiden, tapi dihadapi oleh bangsa ialah masalah ekonomi dan sosial. Karena bukan hanya kita. Secara regional ada masalah ekonomi. Tapi dampaknya juga kita yang harus menyelesaikannya," kata JK.

JK juga menjelaskan, meskipun wakil presiden merupakan pembantu presiden, bukan berarti wapres tidak bisa melakukan apa-apa. Karen itu, ia meminta kepada Ma`ruf Amin untuk tetap mengambil inisiatif dan tentunya tetap berkoordinasi dengan presiden.

JK sendiri mengambil inisiatif untuk mengundang Ma`ruf Amin ke Istana wakil presiden. Menurutnya, agenda ini sangat penting, mengingat, masa jabatannya akan segera berakhir. Selain itu, ia ingin memastikan, pemerintahan dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, saat ini merupakan masa trasisi pemerintahan sebelum presiden dan wakil presiden terpilih dilantik secara resmi bulan Oktober mendatang. Karena itu, Jk ingin memastikan tugas dan tanggungjawab wakil presiden diketahui oleh penerusnya.

"Ini penting supaya ada keberlanjutan pemerintahan. Jadi pemerintahan itu tidak boleh berhenti dan tidak boleh terpisah-pisah, harus berlanjut. Jadi kebijakannya boleh berbeda, tapi sistem pemerintah harus jalan," tutupnya.

 

Loading...

Artikel Terkait