Nasional

Inklusi Digital Indonesia Jadi Perhatian di ITU Telecom World Budapest 2019

Oleh : very - Rabu, 11/09/2019 13:47 WIB

Forum ITU Telecom World 2019 yang diselenggarakan di Budapest, 9 – 12 September 2019. (Foto: Ist)

 

Budapest, INDONEWS.ID -- Konsisten mengedepankan tema “Driving the world digitization initiatives toward universal prosperity”, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengkonsolidasikan mitra strategis untuk berpartisipasi dalam menjadikan Indonesia sebagai model dalam pembangunan konektivitas telekomunikasi berbasis ekosistem yang mendorong pertumbuhan ekonomi digital pada forum ITU Telecom World 2019 yang diselenggarakan di Budapest, 9 – 12 September 2019.

Kemkominfo menggaungkan capaian keberhasilan inklusi digital dengan menghadirkan tema yang telah dicanangkan di ITU Telecom World Busan 2017 yaitu sharing economies, workforce digitalization, dan financial inclusion (IDEA HUB) di ajang internasional ITU Telecom World Budapest 2019. Peran serta Indonesia di ajang tersebut kali ini sekaligus menampilkan contoh sukses bagaimana Indonesia melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha dapat mendorong tumbuhnya ekosistem yang menunjang ekonomi digital.

Lewat pengembangan tersebut, Indonesia mendapatkan panggung untuk menampilkan Hari Inklusi Indonesia dan memaparkan upaya Indonesia dalam menghadirkan pertumbuhan ekonomi digital secara cepat yang dapat meningkatkan kualitas SDM dan mencapai kesejahteraan yang adil dan inklusif.

Loading...

Niken Widiastuti, Sekretaris Jenderal Kemkominfo mengatakan pihaknya meyakini bahwa pemerataan pembangunan sektor telekomunikasi harus didasarkan pada pendekatan ekosistem device, network, dan application (DNA) yang memastikan keseimbangan antara supply dan demand.

“Beberapa percepatan pembangunan dilaksanakan sebagai bentuk dari afirmasi pemerintah terutama untuk wilayah-wilayah di Indonesia yang tidak feasible dibangun oleh swasta. Palapa Ring dan Satelit Multifungsi adalah 2 contoh diantaranya, dimana Pemerintah dengan sungguh-sungguh berupaya menginklusikan bukan hanya masyarakat di wilayah terpencil, tetapi juga pemenuhan internet cepat untuk layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, agar dapat mengakses layanan broadband,” ujar Niken. 

Pernyataan tersebut juga didukung oleh Abdurachman Hudiono Dimas Wahab, Duta Besar Indonesia untuk Hungaria ketika membuka Hari Inklusi Indonesia. “Tersedianya layanan Broadband memungkinkan tercapainya inklusi digital, dan meningkatkan ekonomi dimanapun di seluruh Indonesia. Broadband juga memungkinkan adanya adopsi model bisnis yang disruptif, redistribusi pendapatan, shared economy, dan digitalisasi tenaga kerja,” ujar Abdurachman.

Di Forum yang sama Anang Latif, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi menyampaikan bagaimana skema pembiayaan melalui kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU/PPP) mengakselerasi pembangunan telekomunikasi di Indonesia. Dengan terkoneksinya seluruh wilayah di Indonesia, maka dapat bergerak lebih cepat untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi bangsa.”

“Bayangkan, peluang bisnis digital untuk UKM dari daerah-daerah yang terpencil terbuka, pelaku bisnis ekonomi digital terdorong untuk memperluas jangkauan bisnis mereka dan yang terpenting adalah akses bagi masyarakat untuk mendapatkan ilmu dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya semakin terbuka lebar,” ujarnya.

Realisasi ini diwujudkan melalui BAKTI dengan proyek Palapa Ring yang mencatat kerja sama pertama kalinya antara Pemerintah dengan badan usaha (KPBU/PPP), yang melibatkan sektor telekomunikasi Indonesia. Palapa Ring bertujuan untuk menghubungkan Indonesia, menutup kesenjangan sosial dan ekonomi dan telah menghadirkan infrastruktur digital yang kuat dan membentang di seluruh negeri.

Bersama dengan mitra strategisnya PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk, PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), PT. Mora Telematika Indonesia (Moratelindo), dan PT LEN, dan start-up Ruangguru, Cubeacon, Indonesia Satu Tujuh, Bahaso, Pandi dan Aruna; Kementerian Kominfo menjadikan momentum Hari Inklusi Indonesia di ITU Telecom World 2019 sebagai refleksi keberhasilan sinergitas untuk menggerakkan kepedulian global akan pentingnya inklusi masyarakat dunia dalam ekonomi digital.

Niken menambahkan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi fokus utama pembangunan Kabinet Presiden Joko Widodo di periode kedua. Pemerintah sangat terbantu dengan kesigapan industri dalam menggelar dan mengoneksikan broadband di Indonesia.

“Demikian pula dengan kesiapan para pelaku usaha, terutama start-up yang segera menggunakan kapasitas broadband tersebut untuk pengembangan konten, aplikasi, maupun platform. Secara khusus, kami sangat menghargai rekan-rekan start-up yang sangat membantu mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat melalui aplikasi yang mereka bangun dan dapat diakses kapanpun dimanapun oleh masyarakat,” ujar Niken.

Faizal Rochmad Djoemadi, Chief of Digital Officer Telkom mengatakan bahwa seiring dengan transformasi kami menuju perusahaan telekomunikasi digital, pihaknya selalu bekerja berdampingan dengan pemerintah mulai dari percepatan penyelesaian infrastruktur digital, hingga mempersiapkan SDM yang berkualitas melalui inisiatif Telkom dalam membina start-up ­berpotensi di tanah air.

“Kami sangat optimis dengan kemajuan ekonomi digital Indonesia dan kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Ritchie Goenawan, Vice President Ruangguru mengatakan, bahwa pemerintah sudah mewujudkan visinya untuk membangun infrastruktur digital di seluruh Indonesia. Sekarang saatnya bagi sektor publik dan swasta untuk memanfaatkan infrastruktur yang ada, serta mengadopsi dan menerapkan model bisnis ekonomi digital secara cepat agar menuai manfaat untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih besar.

“Pertumbuhan jumlah pengguna aplikasi Ruangguru melesat sebanyak 10 kali di antara tahun 2016 dan 2018. Salah satu faktor utama yang menyebabkan dan mendukung pertumbuhan ini adalah upaya Kemkominfo dalam membangun infrastruktur dan keberlanjutan sinergi antara Ruangguru dan Kemkominfo menjadi penting. Sebab, kami sudah membuktikan bahwa bentuk-bentuk kerja sama antara pemerintah dan perusahaan akan mempercepat pertumbuhan bagi mereka yang memang membutuhkan,” ujarnya.

“Kami harap, bentuk kerja sama ini akan menjadi contoh bagi pemerintahan dan perusahaan di seluruh dunia. Ruangguru dan Kemkominfo akan senantiasa melangkah bersama untuk memberikan pendidikan yang berkualitas bagi siapapun dan di manapun demi kemajuan bangsa Indonesia dan dunia,” pungkasnya. (Very)

Artikel Terkait