KBRI Brussel Resmikan Rumah Budaya Indonesia

Oleh : hendro - Kamis, 12/09/2019 21:40 WIB

Dubes Yuri O. Thamrin meresmikan Rumah Budaya Indonesia (RBI)

Brussel, INDONEWS.ID – “Kecil tapi indah” adalah gambaran yang disampaikan Dubes Yuri O. Thamrin mengenai Rumah Budaya Indonesia yang baru saja diresmikan kemarin, 11 September 2019 di KBRI Brussel.

“Meski kecil, gedung RBI ini akan membawa misi besar yakni sebagai pusat untuk mempromosikan budaya Indonesia. Peresmian RBI yang dilaksanakan dalam rangka perayaan 70 tahun Hubungan Diplomatik Belgia – Indonesia, diharapkan menjadi langkah konkrit KBRI Brussel dalam membawa hubungan Indonesia dan Belgia semakin bermakna, khususnya dalam memperkuat people to people contact antar kedua negara”, tegas Dubes Yuri.

Gagasan pendirian Rumah Budaya Indonesia telah tercetus sejak suksesnya penyelenggaraan Festival Europalia Indonesia tahun 2017 – 2018 di Belgia yang diikuti oleh sedikitnya 160ribu peminat budaya. Besarnya minat masyarakat Belgia terhadap budaya Indonesia pada Festival Europalia Indonesia tersebut menjadi pendorong utama dididirikannya Rumah Budaya Indonesia di Brussel. Sebagai ibukota Uni Eropa, kota Brussel merupakan kota yang strategis untuk semakin mempromosikan Indonesia dan budaya Indonesia, bukan hanya ke masyarakat Blegia, namun juga kepada masyarakat Uni Eropa.

Peresmian Rumah Budaya Indonesia berlangsung meriah. Hadiri dalam kegiatan ini lebih dari 100 orang undangan yang terdiri dari guru-guru sekolah, perwakilan universitas dan institut seni, kalangan seniman, peminat budaya, masyarakat umum dan kalangan pejabat dari berbagai kementerian di Belgia.

Loading...

Pemotongan pita menjadi tanda pembukaan Rumah Budaya Indonesia.  Diiringi dengan musik Kulintang persembahan dari Dharma Wanita KBRI Brussel, ragam tari dan gamelan, para tamu undangan seakan digiring untuk berpetualang mendalami ragam budaya Indonesia. RBI juga menampilkan eksibisi dengan tema wayang (wayang kulit dan wayang golek) yang telah diakui sebagai Masterpiece of Oral and Tangible Heritage oleh UNESCO. 

RBI menawarkan program-program menarik untuk dimanfaatkan oleh masyarakat Belgia dan Uni Eropa, di antaranya adalah kursus Bahasa Indonesia, kursus tari, kursus instrumen tradisional Indonesia seperti gamelan dan kolintang, dan pemutaran film Indonesia. Semua program ini bersifat gratis dan tidak dipungut biaya. Secara periodik, RBI juga akan menyelenggarakan pameran, program kuliner, dan menerima kunjungan. 

Untuk menjaring animo pengunjung, RBI memiliki program ‘RBI Goes to School’ dan ‘RBI’s Adoption Program’ dan akan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di Belgia. Bekerja sama dengan pihak sekolah, tim RBI akan menghadirkan alat musik, tarian Indonesia dan membuat kerajinan tangan Indonesia.

Peresmian RBI ditutup dengan tari Rantak dari Sumatera Barat yang dinamis dan bersemangat, sejalan dengan motto Perayaan hubungan 70 tahun Indonesia yakni, “Go Further Together”.
 

Artikel Terkait