Gaya Hidup

Susy Susanti: Astec Open Siap Kembalikan Kejayaan Bulutangkis Indonesia Masa Lalu

Oleh : Rikardo - Jum'at, 08/11/2019 15:59 WIB

Marketing Director PT. Astra Daihatsu Morot, Ms. Amelia Tjandra, Ketua Bidang Luar Negeri PP PBSI Bambang Rudianto, Corporate Affairs Director Pt. Frisian Flag Indonesia Mr. Andrew Saputro, Mantan Atlit Bulutangkis Indonesia Susi Susanti Saat acara conferensi Pers di Aula Cinema Fx. Sudirman, Jakarta, Kamis (7/11/19/Rikard Djegadut)

Jakarta, INDONEWS.ID - Astec Open sudah lima belas tahun menyelenggarakan berbagai turnamen sejak dirikan pada 2005 silam. Cita-cita besar seorang Susy Susanti berawal dari semangat pribadi sang jawara, peraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992 ini yakni ingin mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia di masa lalu.

Dengan membawa brand Alan and Susy Susanti Technology, Susy tak semata-mata berorientasi pada sisi bisnis namun ingin mencetak bibit-bibit baru pada bidang bulutangkis untuk menjadi jawara. Susi sendiri menyakini, Bulutangkis Indonesia bisa kembali berjaya seperti pada
masanya yang telah berkali-kali meraih medali emas dalam berbagai turnamen baik nasional maupun internasional.

"Astec open berdiri sejak 2005. Ia lahir dari rasa terimkasih saya yang dibesarkan oleh bulutangkis. Tentunya, saya ingin menyumbangkan bakat saya pada bulutangkis untuk mengembalikan kejayaan Bulutangkis Indonesia di masa lalu," ungkap Susy saat menjadi pembicara dalam acara press conference Babak Final Daihatsu Astec Open 2019 di Jakarta, (7/11/19).

Pemilik Apparel Astec ini mengatakan Astec Open telah secara konsisten menggelar turnamen bulu tangkis junior sejak berdirinya pada 2005 silam. Ia juga berterimkasih kepada Daihatsu dan Frisian Flag yang turut memberikan perhatian dan mendukung kegiatan Astec Open dalam rangka mencetak juara-juara baru di bidang bulutangkis Indonesia. 

"Empat tahun yang lalu kita didukung oleh Daihatsu dan Frisian Flag. Kita bersinergi satu visi dan misi mengembangkan atlet-atlet muda Indonesia, tidak hanya dari sisi teknisnya tapi juga dari segi fisiknya yakni harus didukung dengan gizi yang cukup," ujarnya.

Untuk tahun ini, Turnamen Daihatsu Astec Open 2019 digelar di beberapa kota yang berbeda yakni Medan, Balikpapan, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Surabaya dan terakhir akan digelar di Jakarta.

Tahun depan, Susy menambahkan, turnamen ini akan naik level menjadi kelas Grandprix Junior.

"Itu artinya turnamen ini diakui dunia. Akan lebih banyak lagi pemain dunia yang akan ambil bagian. Ajang ini juga menjadi salah satu turnamen untuk berburu poin menuju Youth Olympic 2022 mendatang,"tutup Susy.*(Rikardo). 

 

Loading...

Artikel Terkait