Bisnis

Rizal Ramli: Stimulan yang Dikeluarkan Menkeu Tak Mampu Menolong Rakyat

Oleh : very - Sabtu, 21/03/2020 15:43 WIB

Ekonom Senior Rizal Ramli (istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah sudah mempersiapkan skenario terburuk pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Virus Corona (COVID-19). Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa berada pada level 2,5-0%.

Hal itu diungkapkannya usai menggelar rapat terbatas (ratas) tentang kebijakan moneter dan fiskal, melalui video conference seperti dikutip dari akun Sekretariat Negara, Jumat (20/3/2020).

Sri mengatakan, banyak lembaga internasional yang sudah membuat skenario pelemahan pertumbuhan ekonomi global terkait kasus corona tersebut.

"Di Kemenkeu buat beberapa seknario, katakan jika skenario durasi Covid berapa lama, berapa bulan, dan kemungkinan terjadi pergerakan yang dipersempit dan jika terjadi lockdown," kata Sri Mulyani.

Dalam skenario itu, Kementerian Keuangan juga memasukkan aspek seperti perdagangan internasional, penurunan harga minta mentah dunia, penerbangan, okupansi kamar hotel, ketersediaan bahan pokok dan kesehatan, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK), dan lokcdown.

Menurutnya, kalau semua aspek itu terjadi, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di level 2,5% bisa turun menjadi 0%.

Menyikapi skenario tersebut, ekonom senior yang juga mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli mengatakan, pandemi Corona seharusnya menjadi kesempatan bagi para menteri, khususnya Menteri Keuangan, untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

“Corona merupakan kesempatan Menteri Keuangan ‘Terbalik’ untuk menutupi berbagai kelemahan struktural dan kebijakan ekonomi Indonesia,” tulis Rizal Ramli melalui akun Twitternya, di Jakarta, Sabtu (21/3).

Mantan Menteri Kemaritiman itu mengatakan, tanpa pandemi Corona pun ekonomi Indonesia sudah semakin terpuruk. Hal itu sudah terjadi sejak 5 tahun terakhir ini.

“Aji mumpung, mumpung bisa lepas tanggung jawab, gas poll jadi nol persen. Dapat alasan, sekalian gaspol. Ternyata stimulan yang dia keluarkan tidak menolong sama sekali,” kata Rizal Ramli.

Seperti diketahui, Sri Mulyani mengatakan, pandemi Virus Corona bisa mengkibatkan terjadinya disrusi tenaga kerja dan pengangguran tenaga kerja di dalam negeri.

"Jika masalah jauh lebih berat dan durasi COVID lebih dari 3-6 bulan dan terjadi lockdown dan perdagangan internasional drop di bawah 30%, sampai dengan tadi beberapa penerbangan drop 75% hingga 100%, maka skenario bisa menjadi lebih dalam pertumbuhan ekonomi bisa 2,5-0%," ujar Sri. (Very)

Loading...

Artikel Terkait