Daerah

Bejat! Kronologi ASN 55 Tahun di Manggarai Flores Tiduri 4 PSK Remaja Sekaligus

Oleh : Rikardo - Kamis, 09/04/2020 17:01 WIB

Foto Ilustrasi (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Imbauan agar tidak keluar rumah untuk kegiatan yang tidak penting tidak diindahkan SS (55), seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) yang bertugas di kantor camat Elar Selatan, kabupaten Manggarai, Timur Flores Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasalnya, SS terjaring Razia petugas sedang tidur sekamar dengan beberapa remaja putri di sebuah Hotel di Kota Ruteng, kabupaten Manggarai, Rabu (8/4/2020) malam.

"Semua pada bugil ramai-ramai. Mereka akhirnya didata namanya lalu digiring ke Polres Manggarai guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Oknum PNS itu sudah punya istri dan beberapa anak," ungkap salah satu ketua RT yang turut menyaksikan penggerebekan itu.

Kronologis Kejadian

Terbongkarnya praktik prostitusi yang melibatkan sejumlah pelajar SMU di kota Ruteng dan ASN asal Manggarai Timur ini berawal dari Laporan warga pada petugas.

Aksi pria yang tak peduli dengan imbaun pemerintah untuk memastikan "physical distancing" atau jaga jarak ini tercium oleh petugas Bhabinkamtibmas yang terdiri dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Watu, Lawir, Babinsa Kelurahan Watu, dan staf Kelurahan Watu saat melakukan penyisiran di hotel-hotel Rabu (8/4/2020) sekitar pukul 21.00 Wita.

“Kita dapat laporan dari warga adanya kegiatan prostitusi di hotel yang melibatkan beberapa remaja putri,” ujar Bhabinkamtibmas Keluraham Watu Bripka Andi Darma seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (9/3/2020) siang.

Dari hasil penyisiran yang dilakukan oleh petugas Bhabinkamtibmas tersebut, di kamar 02, pria berinisial SS (55) ditemukan tengah bersama empat orang perempuan yakni; PDP (17), SK (16) KD (18) MAS (18). Keempatnya berasal dari Langgo, Kelurahan Carep, Kabupaten Manggarai.

“SS, seorang ASN di kantor camat Elar Selatan, didapati tidur dengan 4 Siswi yakni MAS (18), KD (18), PDP (16) dan SK (17),” terang Bripka Andi.

Sementara di kamar 01, ditemukan pria berinisial JA (24), asal Colol, Kabupaten Manggarai Timur bersama MID yang diduga seorang pelajar kelas 1 SMA di Kota Ruteng.

Remaja putri yang ditemukan tersebut diduga sebagai PSK online yang dibooking melalui Facebook.

Salah seorang PSK yang merupakan seorang pelajar di Kota Ruteng saat diinterogasi petugas mengaku bahwa tarif sekali kencan berkisar antar 200 hingga 800 ribu rupiah.

Pihak Andi kemudian memberikan imbauan bahwa, saat ini Umat Kristiani sedang menjalani masa pra paskah. Sehingga perbuatan mereka sangat bertentangan dengan norma agama dan budaya setempat.

“Apalagi saat ini pemerintah sudah mengimbau agar warga tidak boleh berpergian keluar rumah jika tidak ada hal terlalu mendesak demi pencegahan penyebaran Covid-19,” tambahnya.

Mereka kemudian ditangkap oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Watu, Bripka Andi Darma bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Lawir Bripka Flavianus Jedaut dan Babinsa, serta staf Kelurahan Watu.

“Tindakan yang diambil adalah pria dan PSK remaja tersebut diamankan di Polres Manggarai untuk dimintai keterangan,” tutur Bripka Andi.

Hingga kini 2 pria dan 5 wanita itu masih diperiksa di Mapolres Manggarai.

Sikap Camat Elar Selatan

Dikonfirmasi terpisah, Camat Elar Selatan Stephanus Lamar membenarkan bahwa salah satu stafnya berinisial SS.

“Kkalau yang inisial nama SS PNS di Elar Selatan hanya ada satu orang, umur 55 tahun. Semoga bukan dia,” ujar Camat Stephanus mengutip VoxNtt.com, Kamis (09/04/2020).

Ia mengatakan jikalau benar ASN tersebut bekerja di Kantor Camat Elar Selatan tentunya diberikan sanksi, mengikuti aturan main sesuai peristiwa yang terjadi.

“Inikan pelanggaran bagi seorang ASN. Tentu ada aturannya untuk memberi tindakan bagi ASN tersebut,” ucapnya.

Saat ini, tambah Stephanus, pihaknya sedang menghubungi yang bersangkutan untuk mendapatkan kepastian.

Karena yang bersangkutan kata dia, mulai hari Selasa dan Rabu ditugaskan untuk memantau Posko Covid-19 dan nendampingi para Kades di wilayah itu.*(Rikardo).

 

 

Loading...

Artikel Terkait