Konawe Utara, INDONEWS.ID - Warga masyarakat Desa Labengki Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, tinggal dua rumah tangga dalam satu rumah yang berdindingkan Rumbia dengan ukuran luas 4x5 meter persegi.
"Kami sudah tinggali ini rumah semenjak habis menikah sampai sekarang"ungkap Mirlan kepala rumah tangga yang mendiami gubuk atap dan dinding rumbia bersama istri dan dua anak-anaknya.
Begitupula Nenek No (55) yang tinggal di gubuk berkisar 10 tahun di Desa Labengki sebelumnya pernah tinggal di Desa Tapuunggaya bersama suaminya (Mamba) 60 tahun dengan anaknya tunawicara (Hatiman) 35 tahun harus rela bergabung demi untuk menjalani kerasnya kehidupan.
Mirlan juga mengakui jika di tempatnya sangat susah untuk mendapatkan air tawar yang berada dipulau, serta hidup hanya bergantung pencaharian sehari-hari dilaut untuk menangkap ikan dengan cara memukat dan memancing. "Adaji didapat sekitar 30 ribu rupiah satu hari kadang 10 ribu rupiah tergantung rezeki saja"ungkap Mirlan
Desa Labengki tidak mempunyai pasar, cuma ada ditinobu itupun harus menggunakan bodi kecil untuk transportasi yang menjadi akses hingga mendapatkan tempat pasar.
Selain Desa yang menjadi mempunyai keindahan wisata, warga setempat sangat kesusahan untuk mendapatkan air tawar harus merelakan waktu sekitar 2 jam untuk bisa mendapatkan air tawar.
"Tempat kami mengambil air di Pasir panjang untuk masak, mandi, cuci, dengan menggunakan perahu ketinting, saya biasa pakai jerigen kecil sebanyak 20 yang ukuran 5 liter kalau pakai galon biasa 10 saja, yang bisa dimuat dan harus mengeluarkan biaya 2 liter bensin"ujar Mirlan
Rumah yang dihuninya tersebut berDindingkan dari daun rumbia dan sudah terpaksa dipakai dinding rumbia yang sudah harus menjalani kehidupan, tetapi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan warga setempat juga sangat berterima kasih karena telah memberikan pelayanan yang baik dengan adanya pustu di tempat mereka.
Mirlan, bersama istri masni, misan (6), apria (3 ), hidup bersama keluarganya dalam satu rumah dengan ukuran rumah 4x5 rumah panggung yang dihuni dua rumah tangga dalam satu gubuk, yang sudah ditiggali dalam rumah 7 orang anggota rumah tangga.
Dengan usia pernikahannya masuk 8 tahun itu, mirlan berharap bisa mendapatkan tempat yang ideal untuk rumah tangga.
Melihat keluhan warga Desa Labengki, Bupati Konut melalui Kabag Humas menanggapi hal itu, dimana itu adalah sudah menjadi tugas pemerintah daerah untuk berusaha mensejahterakan masyarakatnya.
"Dengan adanya TMMD di Desa ini, maka secara otomatis akan menjadi target utama dalam rehabilitasi rumah warga, hingga mendapatkan hunian yang layak" ungkap La ode Amanuddin Kabag Humas PEMDA konawe Utara.
Dimana PEMDA Konut melihat adanya bantuan dari kementerian penyulingan air asin menjadi air tawar untuk bisa di perbaiki ulang yang dibantu dengan adanya kegiatan TMMD di daerah itu.