Manado, INDONEWS.ID -- Sebagai bangsa dan negara besar, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan dan kekuatan yang patut kita banggakan. Namun demikian, di balik sebuah bangsa yang besar, terdapat tantangan yang juga besar yang harus dihadapi dengan optimisme, kebanggaan, dan produktivitas.
"Jangan sampai ada yang mengecilkan arti negara ini, apalagi pesimistis. Enggak, kita harus optimistis. Negara ini memerlukan perjalanan besar lewat tahapan-tahapan besar untuk menjadi negara maju. Negara besar pasti tantangannya juga besar," ujar Presiden Joko Widodo.
Dalam acara silaturahmi dengan para peserta Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) X dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang berlangsung di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, pada Minggu, 31 Maret 2019, tersebut Presiden Jokowi kembali mengingatkan bahwa negara kita sesungguhnya memiliki banyak kekuatan yang menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara besar.
"Bangsa ini bangsa besar. Penduduk kita juga besar. Ekonomi kita, PDB kita, juga besar. GDP kita itu 45 persen dari GDP seluruh 10 negara ASEAN. Ini negara besar. Jangan kita lupa. Kita harus bangga terhadap negara ini," tutur Presiden.
Dijelaskan oleh Kepala Negara, saat ini Indonesia dan juga banyak negara lain bersiap menghadapi perubahan global seiring revolusi industri baru yang sudah di depan mata. Inilah salah satu tantangan besar yang menjadi tugas besar bersama untuk dapat merespons dan memenangkan persaingan di tengah perubahan itu.
"Hati-hati dengan perubahan-perubahan ini. Bagaimana kita cepat menyikapi tanpa kehilangan karakter, kepribadian, dan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Kita tidak bisa lagi mencegah. Tidak bisa lagi kita menghambat," ucap Presiden.
Cegat Mobil Kepresidenan di Jalan
Sebelumnya, saat tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana menyambut kedatangan rombongan di bandara Sam Ratulangi, Manado. Masyarakat Manado menunjukkan antusiasme yang besar dengan menyambut kedatangan Presiden mulai dari bandara hingga membuat perjalanan menuju lokasi sedikit terhambat.
Ribuan masyarakat Manado memenuhi jalan mulai dari bandara kedatangan Presiden hingga ke lokasi acara. Kendaraan yang ditumpangi Presiden sampai harus beberapa kali berhenti di sepanjang perjalanan.
"Saya tadi sampai di airport itu jam enam kurang seperempat. Katanya sampai di sini paling 15 menit. Ternyata sampai di sini 1,5 jam. Apa yang terjadi? Di jalan dicegat," ujarnya di awal sambutan.
"Saya kira hanya di Indonesia saja Presiden dicegat di tengah jalan. Kalau di pinggir jalan enggak apa, ini di tengah jalan. Saya hitung lebih dari sembilan kali," imbuhnya diiringi dengan permohonan maaf atas keterlambatannya.
Kepala Negara sendiri mengaku takjub dengan antusiasme masyarakat setempat. Presiden mengatakan, sepanjang perjalanan kendaraannya beberapa kali berhenti dan sampai harus membuat Kepala Negara keluar dari kendaraannya untuk menjabat tangan masyarakat dan melayani permintaan swafoto dengan masyarakat.
"Respons di setiap daerah memang berbeda-beda, tetapi yang di Manado ini memang luar biasa. Sore dan malam hari ini betul-betul masyarakat Manado memberikan sebuah kejutan," kata Presiden. (Very)