Jakarta, Indonews.id - Yang dinanti-nanti sedari pagi pun tiba. Calon Presiden Joko Widodo pun masuk ke tengah-tengah jutaan pendukungnya sambil vberlari menggunakan kemeja putih celana hitam dan sepatu kets khasnya, Jokowi Berlari sambil pengangkat jari dan jempol kepada pendukungnya. Dia berjalan sambil tersenyum dari panggung kanan, ke panggung kiri serta berada di tengah-tengah yang sudah disapkan mik hitam.
"Angkat Jarinya, angkat jempolnya," teriak Jokowi dihadapan pendukungnya disambut teriakan gemuruh seisi stadion GBK. Dia pun menyapa dengan salam.
"Sore hari ini saya sangat berbagahia sekali, memang negara kita adalah negara besar, kita adalah bangsa besar, yang terdiri dari suku yang berbeda-beda, agama yang berbeda-beda adat tradisi dan budaya, ini keragaman kebinekaan yang kita miliki yang terus kita rawat dan jawa bersama. Semua sanggup?? perlu kita ingat, bahwa dasar negara kita ideologi kita pancasila, NKRI Bhineka Tunggal Ika, Undang-undang dasar 1945 sudah final harga mati dan tidak bisa diganggu gugat. Siapa yang setuju tunjuk jari, siapa yang setuju angkat jempol," ujar Jokowi dalam Pidatonya.
Di sini Jokowi menyampaikan komitmen masyarakat Indonesia untuk terus menjaga dan merawat nilai luhur pancasila. "Tentu saja program yang kami jalankan bertumpu dan berpihak kepada rakyat yang kita kerjakan untuk bangsa untuk negara untuk rakyat Indonesia. Sore hari ini kta berkumpul bersama dalam rapat umum rakyat dalam rangka berjuang dalam rangka memajukan Indonesia. Saya melihat disini tidak adar rasa pesimis, tidak ada kata pesimis setuju??," tambahnya disambut riuh pendukungnya.
Jokowi juga menyatakan tidak ada satu negara maju yang tidak memiliki insfrastruktu dan sumber daya berkualitas. Pemerintahannya selama ini selalu berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur dan lima tahun kedepan konsentrasi kepada kualitas SDM.
"Tidak ada negara maju kalau terpecah belah, negara maju pasti rakyatanya beersatu, membangun. Tidak ada neara maju rakyatnya pesimis, negara maju pasti rakyatnya optimis. Oleh sebab itu modal besar untuk indonesia maju adalah rasa oprtimis besar oleh karena itu saya mengajak jangan sampi ada rasa pesimis, yang terus kita kobarkan adalah rasa optimis untuk maju," terangnya lagi.
Dia menambahkan, Indonesia masuk ke dalam 20 negara ekonomi terkuat, bahkan menurut Proyeksi dan perkiraan, bahkan di tahun 2045 menjadi ekonomi 4 besar di dunia. "Oleh karena itu kita harus menghadapi tantangan dan rintangan, jangan sampai nerasa pesimis, jangan sampai merasa lemah, jangan sampai rendah, karena bangsa ini bangsa besar dan negara besar. negara besar yang bangsa bersa memiliki harapan yang lebih baik, siapa setuju tunjuk jari," seru Jokowi.