Jakarta, INDONEWS.ID – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menyampaikan keprihatinan atas wabah virus Corona (COVID-19) yang telah melanda di lebih dari 57 negara, termasuk Indonesia. Karena itu, kita harus hati-hati dan waspada, namun harus tetap tenang menghadapinya.
“Kita justru perlu mendukung dan mematuhi upaya pemerintah dalam menekan laju penularan ini, seperti menghindari tempat-tempat keramaian dan rajin mencuci tangan secara baik dan benar,” ujar Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia melalui pernyataan pers di Jakarta, Rabu (18/3).
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga melihat bahwa tenaga medis seperti para dokter, perawat, dan lainnya merupakan tulang punggung penanganan wabah virus Corona. Mereka merupakan garda terdepan dalam memerangi wabah ini.
“Karena itu, sebagai bentuk dukungan terhadap tim medis dalam menangani wabah virus Corona, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD), seperti Coverall Safety (baju isolasi), masker, kacamata, sarung tangan dan kebutuhan lainnya seperti unit ventilator dll kepada Rumah Sakit rujukan,” ujar Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Bantuan Tahap pertama yang disalurka hari ini (18/03/2020) berupa 1.000 Coveral Safety (baju isolasi) yang disalurkan kepada Kementerian Kesehatan RI (400 buah), RSPAD Gatot Soebroto (200 buah), RSPI Sulianti Saroso (200 buah), dan RSUP Persahabatan (200 buah). Barang bantuan lainnya sedang dalam proses pengadaan.
Kepala Sekretariat Tzu Chi Indonesia, Suriadi, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan salah satu bentuk dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi terhadap upaya Pemerintah dalam memerangi wabah virus Corona, sekaligus kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat, utamanya Tim Medis.
"Kita berharap wabah ini bisa segera tertangani dengan baik sehingga masyarakat dapat kembali hidup aman, tenteram, dan damai," kata Suriadi.

Yayasan Buddha Tzu Chi adalah sebuah NGO yang didirikan seorang bhiksuni, yaitu Master Cheng Yen, pada tahun 1966. Yayasan ini berpusat di Hualien, Taiwan dan saat ini memiliki 372 kantor di 54 negara dan telah tercatat sebagai salah satu International NGO di PBB.
Di awal pendiriannya, Master Cheng Yen mengajak 30 ibu rumah tangga untuk setiap hari menyisihkan 50 sen dari uang belanja mereka dan menabungkannya dalam celengan bambu untuk membantu sesama. Master Cheng Yen mengajak para ibu rumah tangga ini untuk mengikrarkan niat baik setiap hari dan beramal dimulai dari dana kecil. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk memberikan bantuan amal pada masyarakat miskin dan menderita. Dengan semangat celengan bambu inilah misi amal Yayasan Buddha Tzu Chi dimulai, dan cinta kasih universal pun tersebar ke seluruh dunia.
Di Indonesia, Yayasan Buddha Tzu Chi berdiri pada tahun 1993 dan hingga saat ini telah memiliki kantor perwakilan / penghubung di 17 kota di seluruh Indonesia. Kegiatan Tzu Chi terfokus pada 4 Misi Utama yaitu:
- Misi Amal Sosial: Membantu masyarakat yang kurang mampu dimana kegiatannya mencakup bantuan biaya pengobatan, bantuan biaya pendidikan, bantuan kebutuhan hidup sehari-hari, dan bantuan bencana alam.
- Misi Kesehatan: Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan mengadakan bakti sosial pengobatan gratis skala besar (bibir sumbing, minor, mayor, katarak, hernia, dll) serta bakti sosial umum dan gigi dan penyuluhan kesehatan.
- Misi Pendidikan: Mengusahakan agar pendidikan dapat dinikmati seluas-luasnya, antara lain melalui bantuan renovasi sekolah pascabencana, pendirian dan pengelolaan sekolah, serta menyebarluaskan budaya humanis di bidang pendidikan.
- Misi Budaya Humanis: menyebarluaskan budaya cinta kasih universal dan pelestarian lingkungan melalui media cetak dan elektronik yang berafiliasi dengan DAAI TV Indonesia.
Dalam menjalankan misinya Tzu Chi berlandaskan cinta kasih universal dan selalu memegang teguh prinsip tidak membeda-bedakan agama, ras, suku, dan etnis. Relawan dengan latar belakang yang beragam pun bersama-sama melaksanakan misi kemanusiaan ini sehingga cinta kasih dapat tersebar di berbagai penjuru dunia. *