Nasional

Salut untuk SBY, Rizal Ramli Kritik Pemerintahan yang Kembali Beputar ke Sistem Otoriter

Oleh : very - Kamis, 09/04/2020 19:30 WIB

Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritik keras telegram Polri yang mengatakan akan menindak para penghina Presiden dan pejabat negara dalam situasi pandemi virus corona.

Rizal Ramli mengatakan kritik SBY itu patut diacungi jempol. Dia juga mengaku salut terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu karena berani meminta agar isi telegram dievaluasi.

“Salute Mas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” ujar Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu dalam akun Twitter pribadinya, @RamliRizal, di Jakarta, Kamis (9/4).

Rizal Ramli mengatakan, SBY merupakan sosok yang pro terhadap demokrasi. Dia bersama SBY juga pernah merasakan berjuang bersama-sama agar Indonesia keluar dari tirani otoriter.

“Kita dulu sama-sama memperjuangkan transisi dari sistem otoriter ke demokrasi,” ujarnya.

Mantan Menko Kemaritiman itu merasa heran dengan kondisi saat ini. Menurutnya, presiden seolah-olah diposisikan sebagai sosok yang antikritik. Karena itu, para pengkritik dianggap menghina sang presiden sekalipun tidak ada delik aduan, sebagaimana bunyi dari telegram tersebut.

Mantan aktivis yang senantiasa terus berjuang bagi kehidupan yang demokratis itu mengatakan bahwa gaya seperti itu mungkin saja diterapkan oleh pemimpin yang memang tidak pernah berjuang atau merasakan perjuangan untuk kehidupan demokrasi, sebagaimana dilakukan dirinya dan SBY.

Piye toh kok mau balik kembali ke sistem otoriter. Jarum kok mau diputar balik?” sindir Rizal Ramli.

Namun, Rizal Ramli masih saja berpikir positif tentang sang Presiden. “Mungkin karena Mas Jokowi tidak pernah berjuang untuk demokrasi,” pungkasnya. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait