Bisnis

Pertama Dalam Sejarah, Rizal Ramli Berhasil Selamatkan PLN Tanpa Gunakan Uang Negara

Oleh : very - Jum'at, 22/05/2020 14:55 WIB

Ekonom senior Rizal Ramli. (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) nyaris bangkrut pada tahun 2000. Menko Rizal Ramli waktu itu melakukan penyelamatan PLN tanpa menggunakan uang negara sepeser pun. Dia berhasil mengurangi utang PLN dari $85 milyar menjadi $30 milyar dengan melakukan “debt cut’ terbesar. Inilah pertama dalam sejarah, menyelamatkan PLN tanpa menggunakan uang negara. Bagaimana kisahnya?

Ekonom Senior yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Rizal Ramli menceritakan sejarah Perusahaan Listrik Negara yang nyaris bangkrut di tahun 2000.

Pada waktu itu Indonesia dipimpin oleh Presiden Gus Dus. Rizal Ramli menceritakan bagaimana PLN bersama pemerintah berupaya bangkit menghadapi krisis bangkrut tersebut.

Mulanya mantan Menko Kemaritiman itu bercerita tentang PLN yang nyaris bangkrut dengan modal minus hingga 9 triliun dan aset sekitar 50 triliun saja. “Saya punya pengalaman konkrit, tahun 2000 PLN nyaris bangkrut, modalnya minus 9 triliun, asetnya hanya 50 triliun,” ujar Rizal Ramli saat menjadi narasumber dalam program tayangan Indonesia Lawyer Club (ILC) dengan tema “Listrik Mati, PLN Dihujat”, yang dikutip dari saluran YouTube, pada Rabu (7/8/2019).

Direksi PLN pun meminta pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar diselamatkan untuk dengan mengucurkan dana. “Direksi PLN datang ke kami ngemis-ngemis supaya disuntik dana APBN, kami tidak bersedia, bukan begitu caranya, mari kita lakukan revaluasi aset PLN,” ujar Rizal Ramli.

Si Rajawali Ngepret itu pun menuturkan kala itu aset PLN berhasil naik dari 50 triluin menjadi 240 triliun. Sedangkan modal yang awalnya minus 9 triliun naik menjadi 104 triliun.

Sisa uang tersebut dipakai sebagai modal kerja PLN menjadi sehat kembali. “Dan itu pertama kali benerin BUMN tanpa nyuntik uang. Yang lakukan itu cuma Rizal Ramli dalam sejarah Indonesia, mohon maaf,” ujar Rizal Ramli yang diikuti tepuk tangan hadirin.

“Yang kedua, ternyata dari 27 a power purchase agreement yang kebanyakan  asing itu, maafnya luar biasa. Sampai harusnya waktu itu di Asia harusnya 3 sen per kilowatt (kW) ini 7-9 sen. Kenapa? asing ini patkulipat sama yang kuasa. Mereka dikasih saham kosong dengan syarat harganya yang 3 sen didobel menjadi 6,7 sen 27 sen. Waktu saya masuk saya kaget,” ujar Rizal Ramli.

Rizal Ramli menceritakan saat itu Dirut PLN pada masa Presiden BJ Habibie, justru pernah kalah dan terkena denda.

Tak habis akal, Rizal Ramli pun menggunakan cara dengan mempermalukan perusahaan asing tersebut. “Saya pakai cara out of the box, saya panggil teman saya, redaksi Wall Street Journal saya kasih liat listriknya luar hanya 3 sen per kW list di Indonesia 7 sampai 20 sen. Ini perusahaan asingnya KKN semua. Padahal mereka nguliahin kita tentang good government, macem-macemlah,” ujar Rizal Ramli.

Rizal Ramli pun mengundang redaksi Wall Street Journal untuk meminta kebobrokan perusahaan asing itu dimuat di media. “Saya minta di Wall Street Journal, dan di New York dimuat 3 hari berturut-turut. Bagaimana patkulipatnya asing ini dengan yang kuasa yang sangat merugikan rakyat Indonesia saat itu, sehingga utang PLN waktu itu dari 27 proyek, 85 miliar dolar,” paparnya.

Dengan cara itu, Rizal Ramli pun berhasil membuat perusahaan asing datang ke Jakarta melakukan negosiasi. Saat itu, kata Rizal Ramli, perusahaan asing datang dengan rapi menggunakan jas, sedangkan Rizal Ramli dan lainnya berpenampilan bak Albert Einstein.

Lalu mulailah dengan melakukan 14 negosiasi, yang kemudian dilanjutkan oleh pemerintah SBY dengan total 27 negosiasi. “Ini berhasil mengurangi enggak sampai 3, sampai 4 sen. Hasilnya total utang PLN dari dari 85 miliar dolar, berhasil diturunkan 35 miliar dolar, belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia,” ujar Rizal Ramli.

Waktu itu, kata Rizal Ramli, pihaknya hanya gagal di dalam kasus Paiton. “Kenapa? pemiliknya Warren Christopher, mantan luar negeri dari Clinton dan ada backing dari Indonesia, sampai saat ini Paiton paling mahal, lebih dari 12 sen kalau tidak salah,” pungkasnya. (Very)

Loading...

Artikel Terkait