Opini

BUMN Sedang di Benahi ! Yang Tidak Jujur Pasti Tersungkur

Oleh : luska - Jum'at, 18/09/2020 09:01 WIB

Irma suryani chaniago.(ist)

Oleh : irma suryani chaniago ( Politisi Nasdem non aktif )

 

Pertemuan Erick Thohir dan Ahok semakin memperjelas kepemimpinan Boss BUMN yang baru ini bukan saja bijak, tetapi juga mau mendengar sekaligus tegas !

Pertemuan yg membuat akhirnya ahok meminta maaf pada Erick menunjuk kan jika kedua nya mmg memiliki niat yg baik untuk membenahi BUMN.

Mengurai benang kusut di BUMN mmg tdk bisa seperti membalik kan telapak tangan, tapi erick melakukan nya step by step .. seperti pepatah “ menarik rambut dalam tepung, rambutnya dapat di ambil tapi tepung nya tdk berserakan”

Selama ini direksi BUMN bisa dibilang cuma muter muter saja “ lu lagi lu lagi” misalnya direktur utama ASDP diganti, tapi tdk dikandangin melainkan di pindah jadi direktur Angkasa Pura, terus spt itu ( persis lingkaran setan) dan ditangan dingin erick model recruitmen spt itu dirubah step by step, beliau melakukan penyegaran dgn merecrut banyak anak anak muda cerdas, tapi tetap di combain dgn yg senior, artinya erick memberikan tongkat estafet pada para calon pemimpin masa depan lain nya dan ini patut di acungi jempol dan ditiru oleh menteri menteri lain nya.

Sebagai aktivis perempuan MPI ( maju perempuan indonesia ) dan aktivis buruh pelabuhan indonesia Irma Suryani Chaniago yang juga politisi non aktif partai Nasdem ini secara blak blak kan mengatakan erick membawa pikiran perubahan restorasi indonesia.

Dalam memilih komisaris BUMN pun beliau memperhatikan betul konsep “the right man in the right place “ tudingan ttg komisaris titipan kementrian mmg tdk bisa dibantah, karena mmg tdk melanggar Undang - undang dan mmg hrs ada satu org yg bisa menjadi fasilitator antara kementrian mengingat BUMN adalah perusahaan negara yg bergerak dibidang yang terkait langsung dgn semua kementrian, misalnya BUMN PTP yg terkait dengan kementrian LHK, Pelindo dengan Kemenhub, dst

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 30 kantor Kementerian yang berada di Jakarta telah menjadi klaster penularan virus Covid-19. Kantor Kementerian Kesehatan di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan paling banyak kasus dan kementrian BUMN tidak termasuk didalam nya.

Selain merubah wajah dan etalase BUMN menjadi lebih bersih, transparan dan tentu profitable beliau juga pernah menyatakan pada satu kesempatan bahwa cita cita nya adalah “ kedepan BUMN tdk lagi menerima APBN” cukup dengan mendapat deviden saja, sehingga kinerja nya menjadi terukur dan dapat dipertanggung jawabkan pada publik

Tentu tidak mudah, tapi setidaknya gambaran isi kepala beliau sbg org bisnis tdk perlu lagi diragukan untuk dapat membawa BUMN kedepan jauh lebih baik, untuk itu presiden dan masyarakat perlu memberi beliau waktu dan kepercayaan.

Loading...

Artikel Terkait