Nasional

Pertiwi Indonesia Lakukan Gerakan Berbagi Telepon Seluler Bagi Siswa Tak Mampu

Oleh : Marsi Edon - Jum'at, 25/09/2020 16:23 WIB

Pertiwi Indonesia melakukan gerakan membagi telepon seluler kepada siswa selama pandemi Covid-19.(Foto:Istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pandemi Covid 19 berdampak terhadap perubahan aktifitas belajar-mengajar. Pembelajaran daring (online learning) yang dilaksanakan sejak Maret menjadi sebuah pilihan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Praktik pendidikan daring ini dilakukan di berbagai tingkatan jenjang pendidikan mulai SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

Perubahan cara belajar yang sangat cepat ini terpaksa dilakukan tanpa adanya persiapan yang memadai, termasuk bagi orang tua.

Misalnya, tidak semua anak atau orang tua memiliki telepon seluler yang bisa dipakai sehingga anak-anak harus berbagi dengan saudara lainnya yang juga melakukan pembelajaran daring.

Bahkan ditemukan di lapangan keluarga yang sama sekali tidak memiliki telepon seluler yang dapat digunakan sebagai sarana belajar.

"Kami merasa terpanggil saat mengetahui bahwa ada sejumlah anak di kota Bandung yang tidak dapat melakukan pembelajaran daring karena tidak memiliki telepon seluler sebagai sarana utama dalam pembelajaran. Pada saat mendengar kabar tersebut Anggia Tjaja, Ketua Bidang Pendidikan Pertiwi Indonesia, memprakarsai gerakan Ponsel Pintar Untuk Anak Cerdas. Kami menyalurkan bantuan berupa perangkat telepon seluler yang memang sangat dibutuhkan," kata Ketua Umum Pertiwi Indonesia, Shinta Omar kepada Indonews.id di Jakarta, Jumat,(25/09/2020)

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Pertiwi Indonesia pada pendidikan anak-anak di Indonesia, terutama yang terdampak oleh krisis di masa pandemi covid 19. Organisasi perempuan ini terus bergerak membantu sesama selama pandemi Covid-19 dengan berbagai cara.

Selain menyalurkan sumbangan Alat Perlindungan Diri (APD), Pertiwi juga membagikan puluhan ribu sembako bagi keluarga kurang mampu.

Sementara itu Wakil Ketua Pertiwi Indonesia, Miranti Serad yang menyerahkan langsung sumbangan kepada siswa kurang mampu tapi berprestasi di Bandung mengatakan, kami berusaha mengumpulkan sumbangan hand phone yang berstandar tertentu sehingga bisa dipakai untuk aktivitas belajar daring.

"Sumbangan terus mengalir dari internal Pertiwi Indonesia, gerakan atau organisasi dan para pribadi yang juga memiliki perhatian pada pendidikan anak-anak," ungkapnya.

Menurut Miranti, ternyata banyak yang merasa terpanggil saat mengetahui bahwa anak-anak di berbagai daerah kesulitan belajar karena sangat terbatasnya fasilitas komunikasi seperti telepon seluler yang bisa mereka gunakan.

Karenanya, selain menyumbangkan uang untuk membeli perangkat baru, ada juga yang memberikan hand phone bekas layak pakai.

“Kami sudah salurkan sumbangan kepada 60 siswa dari keluarga tidak mampu di Bandung. Hari ini kami salurkan 40 lagi ke SMPN 2 Cibitung, Bekasi. Sangat mengharukan melihat betapa bahagia dan leganya anak-anak penerima hand phone ini. Mereka rajin belajar dan berprestasi, tapi selalu kesulitan ketika harus mengakses kelas online,” ujarnya.

Adapun ke 4 sekolah tersebut adalah SD Negeri Pasawahan, SD Negeri Ciburuy, SD Negeri Sukapura dan SD Rancabolang.

Saat berkomunikasi dengan siswa dan orang tua penerima hand phone, Miranti merasa sangat terharu. Menurutnya ada orang tua tunggal yang memiliki enam anak sementara dia hanya memiliki satu hand phone.

Terbayang betapa sulitnya mereka berbagi waktu belajar. Ada pula ibu guru yang mengumpulkan anak-anak yang sama sekali tidak memiliki perangkat komunikasi ini, agar belajar bersama menggunakan telepon selular yang dia miliki.

Hal serupa diungkapkan Kepala Sekolag SMPN 2, Kabupaten Bekasi Joko Sriyanto, yang menerima bantuan hari ini. Menurutnya, 20% dari 1.303 siswa tergolong berpenghasilan tidak menentu dan minim. Orang tua mereka bekerja serabutan sebagai buruh pasar, tukang cuci, penjual keliling, tukang ojek dan penjaga palang kereta api.

"Untuk anak-anak kurang mampu yang tidak mempunyai telepon atau tidak mampu beli pulsa, kami siapkan program belajar luring. Mereka harus ke sekolah sekali dalam seminggu untuk mengambil tugas yang disiapkan guru, dan mengumpulkan PR seminggu sebelumnya,” ujar Joko.

Mereka juga dianjurkan untuk numpang belajar bersama teman atau menggunakan jaringan wifi milik tetangga yang bersedia ditebengi. Yang penting mereka mematuhi protokol keamanan seperti pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Sementara itu, Ketua DPD Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) Jawa Barat, Ekasari Widyati atas nama seluruh siswa dan orang tua penerima bantuan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Pertiwi Indonesia khususnya kepada Ibu Anggia Tjaja bidang pendidikan dan Ibu Miranti Serad dalam Program Ponsel Pintar Untuk Anak Cerdas.

Menurutnya bantuan telepon selular ini merupakan solusi utama dari permasalahan yang dihadapi anak-anak tersebut sejak pembelajaran daring diberlakukan Maret lalu.*

 

 

Loading...

Artikel Terkait