Opini

Putinologi dan Nikitalogi

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 19/11/2020 12:30 WIB

Presiden Pertama RI Soekarno bersama Marilyn Monroe dan pidato PM Uni Soviet Nikita Khruschev banting sepatu di MU PBB 12 Okt 1960.

Opini, INDONEWS.ID - Wawancara Imajiner dengan Bung Karno (muncul harian sejak Kamis 19 November 2020) oleh Christianto Wibisono*) sebagai bagian nukilan dari buku "Kencan Dinasti Menteng". Hari ini, Kamis 19 November Kembali Bung Karno mengajak diskusi didepan layar zoominar di swimming pool Hotel Indonesia Kempinski.

BK : Saya baru saja mendengar sepintas Trump menyebut kemenangan lawannya Biden karena ia (Trump) dicurangi. Ya sudah yang penting tidak akan ada “kudeta di Gedung Putih” untuk peralihan presiden 20 Januari 2021.

Saya baru browsing videoclip dan Riwayat Putin serta Gerontokrasi di pelbagai rezim politik di seluruh dunia

Vladimir Putin lahir 7 Oktober 1952 setahun lebih junior dari Prabowo Subianto 17 Oktober 1951 yang lahir setahun lebih dulu dari semi kudeta 17 Oktober 1952 ketika tantara menggerakkan demo menuntut pembubaran DPRS.

Demo itu gagal karena charisma saya masih meresap di hati rakyat. Mereka malah berteriak Hidup Bung Karno padahal dibayar untuk bawa spanduk bubar kan DPR. Dua jendral KSAP Simatupang dan KSAD Nasution dipensiunkan .

Nah Putin ini hebat sekali Lulus Fakultas Hukum Universitas Leningrad 1975, berkarir di KGB dan berhenti dengan pangkat letkol pada 1992 Pindah ke Moskow pas bubarnya Uni Soviet dan naiknya Boris Yeltsin sebagai Presiden Rusia.

KGB dibubarkan diganti FSB dan Putih menjadi Direktur yang mengorbitkannya menjadi Pejabat Presiden Agustus 1999 menggantikan Boris Yeltsin yang lahir 1 Feb 1931 dan menjadi Presiden Rusia pada usia 60 tahun 1991 menggantikan posisi Mikhail Gorbachev yang lahir 2 Maret 1931 dan mengkudeta Kremlin pada 1985 waktu berusia 44 tahun dan membuka rezim komunis dengan Glasnost dan Perestroika.

Gorbachev lenyap karena Uni Spviet bubar. Tapi Putin lihai gonta-ganti konstitusi menjadi presiden 1999- 2008 lalu rela jadi Perdana Menteri 2008-2012 di bawah Presiden Dmitri Medvedev (bawahannya waktu Putin jadi Presiden pendahulu, lalu balik lagi jadi presiden 2012.

Terakhir pilpres 2018, Putin terpilih lagi sampai 2024. Waktu itu nanti ia baru berusia 72 tahun. Dan konstitusi Rusia baru membatasi 2 term 6 tahun sejak 2018. Maka jika nanti 2024 Putin terpilih Kembali ia teoretis boleh dipilih 2 kali lagi sampai 2036 usia 84 tahun.

CW: Hubungannya dengan politik Indonesia yang relevan apa pak?

BK: Nah ini dunia juga dilanda anomali. Di satu pihak ada Perdana Menteri termuda, dimana-mana seperti Kanada Trudeau, Austra Sebastian Kurz, Selandia Baru Jacinta dan Presiden Macron di Prancis.

Tapi di AS terjadi proses gerontokrasi, pemerintahan yang didominasia lansia usia paruh kedua 70an menapak 80an. Presiden terpilih Joe Biden umur 78, Ketua DPR Nancy Pelosi umur 80 juga. Kedua wakilnya dari Demokrat 79 dan 81.

Di Indonesia, saya dan Soeharto naik jadi presiden umur 44 tahun pada 1945 dan 1965 jadi double sie (kalau orang Tionghoa takut angka 4 karena diucapkan sie alias mati. Maka tidak ada Gedung atau hotel lantai berahiran 4,14,24 dst. Semua diganti 3A, atau ditiadakan.

Kalau Indonesia terbukti umur 44 saya jadi presiden dan Soeharto juga terima wangsit waktu dia 1 Oktober 1965 sudah berani mbalelo menolak panggilan saya ke Halim, malah dia menyerbu Halim dan saya mengungsi ke Bogor dikawal Sarwo Edie. Peristiwa itu menyebabkan Soeharto takut Sarwo akan menajibkan dia seperti Kolonel Gamal Abdul Nasser menggulingkan Jendral Najib setelah kudeta di Mesin lengserkan raja Faruk. Sarwo gagal jadi Menteri kabinet, cuma jadi kepala BP7 tapi menantunya sukses jadi presiden.

CW: Ya pak, tapi apa relevansinya dengan politik kontemporer Indonesia dengan pelaku dua kutub Habib Rizieq vs Nikita Mirzani.

BK: Politik di Indonesia tidak berbeda dari politik global. Godaan bagi penguasa politik pria adalah wanita dan harta, itu pas cocok dengan saya dan Kennedy. Saya jelas bukan tipe om gendut Nikita Krhuschev dengan celana gedombyoran dan tidak gallant glamorous flamboyant di mata wanita selebrities model Marilyn Monroe.

Tapi saya tulis di buku Cndy Asams bahwa ideologi saya memang sosialis tapi gaya hidup saya adalah playboy womanizer seperti Kennedy. Karena itu kita hobby berkencan dengan Mariyn Monroe. Bill Clinton juga terlibat skandal Monica Lewinsky sampai nyaris di impeach oleh Kongres 1999.

Nah, ini politik Indonesia bukan serius menghadapi tantangan geopolitik dampak terpilihnya Biden, malah sibuk polemic Rizieq vs Nikita Mirzani.

Saya barusan telpon Kamerad Khruschov, eh kamerad nama anda sekarang jadi trending topik medsos di Indonesia. Dia punya selera humor tinggi nyeletuk yes Bung, kalau soal womanizer anda memang top markotop seperti Kennedy.

Sayang dia tewas November 1963 dan anda malah lebih Soviet dari Soviet mau ganyang Malaysia dan lebih RRT dari RRT dengan keluar dari PBB. Saya juga heran kenapa Indonesia anda bawa nekad seperti itu, sindir Khruschev tadi malam.

CW: Itu masa lalu semua, yang lebih penting siapa capres Indonesia ke-8 tahun 2024 nanti? Apa capres mesti berguru tehnik berkuasa Putinologi non stop sebagai Presiden sejak 1999-2036 diselingi Perdana Menteri 4 tahun 2008-2012 total 37 tahun lebih lama dari Soeharto 32 tahun.

BK: Saya putuskan kita buka Zoominar sejarah yang mengungkap kisah romantic model dialog ini agar tidak membosankan. Politik tanpa selingkuh model Nikita 2020 tidak menarik karena cuma mengerikan seperti Ketika PM Khruschev dengan gaya urakan, membanting sepatu di podium pidato Majelis Umum PBB.

Harus ada bumbu romantisme seperti Marilyn Monroe, Naoko Namoto, Monica Lewinsky dan Nikita Mirzani. Dengan bumbu womanizing politician itu maka generasi milienial akan suka membaca sejarah paling tidak melirik foto MM dan BK di kolom kita.

Jadi mulai besok kita tidak akan kalah dari Dahlan Iskan dan Jaya Suprana yang menulis tiap hari tanpa absen. Dialog pembuka ini kita beri judul Putinologi vs Nikitalogi perpaduan sejarah serius dan imajinasi entertainment selebrities popular.

CW: Terserah bapak yang tetap tidak meninggalkan karakter, enjoy live, womanizing and rela berkorban tidak memimpin civil war pasca G30S Ketika bapak masih bisa menggerakkan KKo Marinir mencegah Soeharto melengserkan bapak.

Tuhan dan sejarah telah menentukan predestinasi yang menurut Hendrick Willem van Loon, Even God Cannot Change History dalam bukunya The Story of Mankind 1921.

Pidato PM Soviet Nikita Khruschev dmembanting sepatu di podium MU PBB 12 Oktober 1960*

*) Christianto Wibisono adalah penulis buku "Kencan Dinasti Menteng"

Loading...

Artikel Terkait