Daerah

Jelang Pilkada Serentak 9 Desember, Wakil Ketua DPD Minta Media Netral

Oleh : Marsi Edon - Minggu, 29/11/2020 18:15 WIB

Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin.(Foto:Dok DPD RI)

Palangka Raya, INDONEWS.ID - Wakil Ketua DPD RI Mahyudin berpandangan, media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi opini publik pada saat perhelatan Pilkada serentak 2020.

Di samping itu, media juga mempunyai peran yang strategis dalam mensosialisasikan pelaksanaan Pilkada serentak ini kepada masyarakat khususnya Kalimantan Tengah dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

"Dalam pelaksanaan Pemilu, media diharapkan menyajikan fakta-fakta dan informasi independen tentang peristiwa dan isu-isu yang akan jadi referensi bagi masyarakat dalam membuat keputusan," ucap Mahyudin saat berkunjung ke Harian Umum Tabengan, Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (28/11).

Menurut Mahyudin, peran penting media adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan warga, sehingga media harus mampu menjaga independensi dan sikap netral dalam moment politik seperti Pilkada.

"Independen dari otoritas politik, otoritas sosial atau bisnis, dan tidak ada bias personal," terang Mahyudin.

Pada perkembangan saat ini, lanjutnya, media masa diharapkan lebih mengedepankan informasi yang valid dan menjunjung netralitas pada saat pemilu berlangsung. Media selama ini dianggap sebagai kontrol sosial atau penengah dalam kehidupan sosial politik yang ada.

"Peran media sebagai lembaga independen disamping legislatif, ekseskutif dan yudikatif, diharapkan menjadi corong masyarakat terhadap dinamika sosial politik di suatu daerah," kata Mahyudin.

Dalam pandangan DPD RI, Pilkada serentak pada dasarnya bagian dari ikhtiar dalam membangun sistem demokrasi yang stabil dan matang. Untuk itu DPD RI memberi atensi yang sangat besar, dalam mengawal dan mendorong lahirnya pemimpin daerah yang baik dan berintegritas.

"Kami mendorong agar media massa mengedepankan informasi yang akurat dan akuntabel, serta media massa sebagai alat yang independen dan netral pada saat pemilu berlasung. Kami beranggapan bahwa Media selama ini dianggap sebagai kontrol sosial atau penengah dalam kehidupan sosial politik yang ada," jelas Mahyudin.

Mahyudin juga mendorong agar media dapat memberikan informasi lapangan yang valid atas proses persiapan hingga pelaksanaan Pilkada pada masa pandemi Covid-19 di daerah.

"Hal tersebut penting sebagai evaluasi dan masukan konstruktif bagi Pemerintah, penyelenggara Pilkada, serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam proses penyelenggaraan Pilkada," ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI asal Provinsi Kalimantan Tengah Yustina Ismiati mengatakan Harian Umum Tambengan masih dalam kategori netral. Menurutnya dari berita-berita yang disajikan tidak ada pesanan.

"Saya berharap ini diperhatikan jangan sampai menimbulkan berita tak berimbang atau tak sesuai fakta. Ini yang saya harapkan dan semoga bisa menjadi pelopor media yang bisa mengedukasi masyarakat," paparnya.

Di kesempatan yang sama, Pimpinan Umum Harian Umum Tambengan Andrey Leonardo Narang berterimakasih atas kunjungan dari rombongan DPD RI. Ia berharap kunjungam kali ini bisa berjalan sukses.

"Kehadiran kami memberikan sumbangsih agar Kalteng bisa lebih baik lagi. Kami juga berharap bisa menjadi jembatan awal untuk silaturahmi antara DPD RI dan kami," tukasnya.*

 

Loading...

Artikel Terkait