Nasional

Ramalan Mbak You Tentang Politik 2021, Rizal Ramli: Indikasinya Mengarah ke Sana

Oleh : very - Rabu, 13/01/2021 16:17 WIB

Paranormal terkenal, Euis Juwariyah Johana (Mbak You). (Foto: Pikiran Rakyat)

Jakarta, INDONEWS.ID – Paranormal terkenal, Euis Juwariyah Johana (Mbak You) pernah meramalkan bahwa pertengahan November 2020 ada bencana alam, perceraian artis, kecelakaan pesawat, hingga pergantian Presiden di tahun 2021.

Beberapa dari ramalan tersebut sudah menjadi kenyataan. Pada awal Januari 2021 ini misalnya, terjadi musibah jatuhnya Pesawat Sriwijaya di Kepulauan Seribu. Kita pun seolah terhenyak dan kembali mengingat-ingat ramalan Mbak You tersebut.

Namun, ada dari ramalannya yang belum terjadi. Antara lain tentang panggung perpolitikan yang kian memanas hingga membuat penguasa terjungkal. 
 
Namun, bila merujuk pada forecast ekonomi senior Rizal Ramli tentang ekonomi Indonesia di tahun 2021 bisa jadi ramalan tersebut ada benarnya. Setidaknya, indikasinya sudah mengarah ke sana.

Dalam penglihatannya, Mbak You mengatakan, terjadi penjarahan besar-besaran yang berdampak pada lengsernya Sang Penguasa. 

 

Prediksi Rizal Ramli

Jauh sebelum wanita asal Salatiga, Jawa Tengah itu, seperti dilansir Katta.id, Rizal Ramli sudah memprediksi bahwa kondisi ekonomi Tanah Air di tahun 2021 akan carut-marut.

Prediksi Rizal Ramli merujuk pada kondisi real perekonomian Indonesia yang mengalami perlambatan dan kemerosotan di dalam bidang ekonomi makro sudah terlihat jelas di awal 2020.

“Dengan adanya Covid 19, itu menjadi lebih parah lagi. Di awal semester tahun 2021 kita akan menghadapi kesulitan cash flow dan dampak dari krisis multi dimensi ini akan lebih gawat dibandingkan dengan pada tahun sebelum 1998,” ujar Rizal Ramli dilansir dari akun Youtube fadli zon official.

Menurut mantan Menko Perekonomian itu, pada tahun 1998 terjadi krisis moneter karena kebanyakan utang. Tetapi rakyat di luar Pulau Jawa malah senang. Karena petani karet, sawit dan coklat yang tadinya hanya dapat 1 dollar = Rp 3000 saat itu menjadi Rp15000.

“Mereka tentu menjadi makin Makmur saat itu diluar pulau jawa pada krisis moneter 98. Walaupun didalam Pulau Jawa sendiri mengalami kesulitan,” ujarnya.

Tapi kali ini berbeda 180 derajat. Di luar Jawa, katanya, tidak ada lagi ekses kapasitas dan berbagai macam komoditi dan saat ini sedang menghadapi masalah. Akibatnya kata Rizal, kesulitan dihadapi rakyat baik yang di Pulau Jawa mau-pun yang berada di luar Pulau Pawa.

Sebagai contoh, 70 persen mahasiswa seluruh Indonesia saat ini sudah tidak mampu membayar uang kuliah. Ironisnya, hal ini tidak mampu diselesaikan oleh pemerintah.

Krisis kali ini menurut mantan Menko Kemaritiman itu, lebih gawat dibanding krisis yang dialami Indonesia pada tahun 1998.

Ia menjelaskan, faktor yang mempengaruhi persoalan krisis kali ini cukup banyak.

Pertama, terkait persoalan utang. “Kita sudah sampai pada titik dimana untuk bayar bunga utang saja, kita harus berutang lagi,” ujarnya.

Diperkirakan tahun 2021 bunga utang Indonesia sekitar Rp345 triliun. Untuk membayar bunga hutang itu dipastikan pemerintah akan kembali berutang sehingga akan terjadi negatif flow.

Persoalan kedua, katanya, tidak banyak yang memperhatikan pada Bulan September terjadi pertumbuhan kredit yang negatif.

“Itu belum pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 1998. Biasanya pertumbuhan kredit itu sebesar 15 hingga 18 persen. Kalau pertumbuhan ekonominya 6 persen,” jelasnya.

Dari Januari hingga September 2020, pertumbuhan kredit hanya berkisar pada angka 3 persen, sangat jauh dari yang diharapkan. Bahkan, katanya, pada September tercatat pertumbuhannya negatif.

Artinya, kata Rizal, uang yang ada pada rakyat termanfaatkan untuk bayar utang, melalui mekanisme membeli Surat Utang Negara (SUN) dan mekanisme lainnya.

“Inilah yang memukul daya beli rakyat biasa,” ujar mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu.

Nah, kita kembali ke ramalan Mbak You di atas. Dia mengatakan, pada tahun 2021 ini terjadi konflik besar. “Konflik dan kejahatan atau hal yang menyangkut penjarahan akan ada di 2021. Penjarahan besar, ada politik memanas hingga pergantian presiden,” kata Mbak You.

Ia menjelaskan bahwa ada upaya yang dilakukan pemerintah untuk meredam gejolak politik di tahun 2021 ini. Namun menurutnya, usaha tersebut tak akan maksimal. Kita tunggu saja kebenaran dari ramalan tersebut. Mudah-mudahan, ramalan Mbak You itu tidak terjadi. (*)

 

Loading...

Artikel Terkait