Nasional

Kejar Herd Immunity, Ma`ruf: Pemerintah Targetkan 1 Juta Orang Disuntik Vaksin Per Hari

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 26/02/2021 05:59 WIB

Maruf Amin, Wakil Presiden RI. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Indonesia menargetkan 1 juta orang disuntik vaksin virus corona (Covid-19) per hari. Target itu dicanangkan guna mencapai target utama yakni 182 juta penduduk Indonesia disuntik vaksin dalam kurun waktu 15 bulan.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Ma`ruf Amin dalam sebuah rekaman wawancara yang diterbitkan Setwapres, Kamis (25/2).

"Nah karena itu makin hari makin naik, makin hari makin naik, dan target kita adalah 1 juta per hari. Ini harus dicapai dan ini juga permintaan Presiden supaya itu diperoleh," kata Ma`ruf.

Ma`ruf berharap target tersebut bisa dicapai agar bisa tercipta kekebalan komunitas (herd immunity) bagi penduduk Indonesia kurang dari satu tahun.

Dia mengungkapkan pemerintah terus berupaya untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19 di antaranya dengan menyederhanakan prosedur teknis seperti registrasi, distribusi, dan data penerima vaksin.

"Tidak hanya di Rumah Sakit pemerintah, namun Rumah Sakit swasta pun dilibatkan, dan sejumlah tempat lain yang akan difungsikan. Bahkan di Jawa Barat itu bukan hanya Puskesmas, tapi juga semacam pos-pos ya, gedung-gedung yang punya pemerintah itu digunakan untuk melakukan vaksinasi," kata dia.

Pemerintah, lanjutnya, juga berupaya menambah jumlah vaksin melalui percepatan produksi yang dibuat di dalam negeri. Tak hanya itu, vaksinator dan tempat fasilitas vaksinasi juga turut diperbanyak.

Selain itu, Ma`ruf mengklaim kelompok-kelompok yang anti terhadap vaksin makin sedikit. Dia berkaca dari animo masyarakat yang berbondong-bondong untuk ikut divaksin tiap harinya.

Ma`ruf ikut memantau bahwa di pelbagai tempat kerap terjadi antrean panjang masyarakat yang ingin divaksin. Ia yakin bahwa masyarakat mendukung program vaksinasi ini.

"Karena itu saya mengajak orang yang seusia dengan saya ini [untuk melakukan vaksinasi Covid-19], sekarang malah membeludak," kata dia.*

Loading...

Artikel Terkait