Sosok

Direktur LP3ES Dr. Wijayanto: Daniel Dhakidae Adalah Sosok Multidimensi

Oleh : very - Selasa, 06/04/2021 11:50 WIB

Dr Daniel Dhakidae. (Foto: Peacful Anarchy)

Jakarta, INDONEWS.ID – Tokoh intelektual Indonesia, Dr. Daniel Dhakidae hari ini berpulang ke pangkuan ilahi di Surga.

“Telah berpulang dgn damai anggota YEF DR. DANIEL DHAKIDAE pagi ini di RS MMC Kuningan Jakarta pada PKL. 7.24 WIB. Setelah mengalami serangan jantung tadi malam pkl.3 pagi di rumah dan dilarikan ke RS. Sudah dilakukan upaya maksimal namun Tuhan berkehendak lain. Jenazah disemayamkan di rumah duka RS. Gatot Subroto Jakarta,” tulis Pak Laus, adik kandung Pak Daniel, yang beredar di WA grup pagi ini, Selasa (6/4).

Berita ini menimbulkan duka yang mendalam baik bagi keluarga, kerabat, teman, tempat Daniel bekerja maupun bagi dunia intelektual di Indonesia, dan mungkin juga dunia. Betapa tidak, Daniel memiliki sumbangan besar dan penting bagi media maupun perpolitikan di Indonesia. Dia merupakan seorang cendekiawan sejati hingga akhir hanyatnya.

Direktur Center for Media and Democracy, LP3ES, Dr Wijayanto, mengatakan bahwa kepergian Pak Daniel merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar Prisma, LP3ES. “Kepergiannya adalah kehilangan besar untuk Prisma, LP3ES, karena dia adalah pemred selama berpuluh tahun. Pada majalah Prisma edisi tahun 1978 yang baru saya buka kemarin pagi, dia telah bertindak sebagai pemred. Di volume berjudul Etos Kerja Bangsa Kita itu, bahkan foto filsuf Franz Magnis Suseno, pendekar hukum Satjipto Rahardjo, dan jurnalis legenda Mochtar Lubis yang jadi kontributor artikel masih tampak muda dan imut. Kita tahu dua nama terkahir telah lama pergi mendahului kita. Tak diragukan lagi Bang Daniel adalah legenda lainnya,” ujarnya dalam tulisan “Obituari untuk Bang Daniel” - demikian dia biasa disapa.

Kepergiannya juga, kata Wijayanto, adalah kehilangan besar untuk Kompas. Daniel merupakan mantan Ketua Litbang Kompas selama berpuluh-puluh tahun dan Ketua Dewan Ombudsman di harian tertua di Indonesia ini.

Ia juga ikut membesarkan Kompas sebagai salah satu harian dengan kualitas jurnalisme terbaik di negeri ini. Pada masanya harian ini dibaca oleh setengah juta lebih pembaca menjadikannya sebagai salah satu harian paling berpengaruh di negeri ini. Daniel, katanya, adalah salah satu sosok yang memiliki peran penting di balik kebesaran harian ini.

Kepergiaannya juga merupakan kehilangan besar dalam kesarjaan dalam bidang media dan demokrasi. Karya disertasinya yang berjudul: “The State, the Rise of Capital and the Fall of Political Journalism” yang dipertahankan di Cornell University adalah salah satu magnum opus dalam bidang ini.

“Saya menghafalnya di luar kepala sebagai salah satu inspirasi utama disertasi saya. Disertasi ini merefleksikan tak hanya kecendekiaan namun juga kerja keras dan keberanian,” ujar Wijayanto.

“Bagi saya sendiri, Bang Daniel adalah penguji disertasi. Saya punya kenangan yang sangat baik bersama beliau saat datang ke Leiden pada  pertengahan Januari 2019. Dalam kelakarnya bang Daniel suka menyampaikan: ‘saya datang jauh-jauh ke Leiden untuk mengangkat bung Wija menjadi doktor ini’. Yang saya ambut dengan tawa,” ujarnya melukiskan sekelumit kenangan bersama Bang Daniel.

“Beliau tampak bahagia menyaksikan kelulusan saya. Terakhir Bang Daniel menyampaikan kesediaannya memberi kata pengantar jika disertasi saya dibukukan,” ujarnya.

“Terima kasih telah memperkenalkan saya pada Kompas, pada LP3ES dan tentu saja untuk semua yang telah engkau lakukan bagi bangsa ini,” pungkas Wijayanto.

Daniel Dhakidae lahir di Toto-Wolowae. Ngada, Flores, 22 Agustus 1945. Setelah menamatkan sekolah menengah di Seminari St. Johannes Berchmans di Todabelu, Mataloko, Daniel belajar flisafat di Seminar Tinggi St. Petrus, Ritapiret dan Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero, Flores selama dua setengah tahun.

Daniel kemudian belajar di Universitas Gadjah Mada, Fakultas Sosial dan Politik , SOSPOL, dengan mengambil spesialisasi ilmu Administrasi Negara dan tamat tahun 1975. Daniel kemudian bekerja sebagai redaktur majalah Prisma, LP3ES, pada tahun 1976; menjadi Ketua Dewan Redaksi sejak tahun 1979-1984, dan menjadi Wakil Direktur LP3ES, 1982-1984.

Tahun 1984 Daniel meneruskan studi S-3 di Cornell University, di Department of Goverment, Ilmu Politik, Ithaca, New York dengan mengambil spesisalisasi di bidang Comparative Politics, Ilmu Perbandingan Politik, sebagai major, dan mengambil Pilitical Thought (Filsafat Politik) dan Southeast Asian Studies sebagai minor.

Daniel meraih gelar Master of Arts (M.A), di bidang Ilmu Politik, tahun 1987, dan mendapat Philosophiae Doctor (Ph.D) dengan judul disertasi "The State, the Rise of Capital, and the Fall of Political Journalism, Political Economy of Indonesian News Industry" tahun 1991.

Disertasi tersebut mendapat penghargaan the Lauriston Sharp Prize tahun 1991 karena telah memberikan sumbangan luar biasa bagi perkembangan ilmu (...has contributed most outstandingly to scholarship). Sekembali dari Cornell University bergabung dengan Kompas tahun 1991 dan menjadi Kepala Litbang Kompas sejak tahun 1994 sampai pensiun. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait