Bisnis

Keluar dari Krisis, Rizal Ramli: Pemerintah Harus Pompa Daya Beli Masyarakat Kelas Bawah

Oleh : very - Jum'at, 23/04/2021 11:58 WIB

Rizal Ramli, ekonom senior. (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Ekonom Senior Dr Rizal Ramli menunjukkan sikap skeptis terhadap kinerja ekonomi pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mengatasi krisis ekonomi Indonesia.

Sikap tersebut bukannya tanpa alasan. Menurut mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Keuangan dan Industri itu, cara pemerintah dalam mengatasi krisis terbalik.

Mantan Menko Kemaritiman itu menjelaskan, pemerintah harusnya mendorong ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah agar daya beli meningkat. Namun yang terjadi tidak demikian.

"Kalau ekonomi mau tumbuh 6 persen, pertambahan kredit minimal 15 persen. Lah ini negatif, jadi disedot likuiditas sehingga enggak ada daya beli," ujar Rizal Ramli seperti dikutip RMOL di Jakarta.

Pernyataan mantan Kepala Bulog itu menanggapi target Menko Marves Luhut Pandjaitan ekonomi yang tumbuh 7 persen pada kuartal II tahun 2021.

"Dengan cara mereka (pemerintahan Jokowi) menangani masalah, saya berkesimpulan pemerintah enggak mampu membawa Indonesia keluar dari krisis. Karena policy-nya kebalik-balik," ujar RR – sapaan Rizal Ramli - dalam channel YouTube Bang Arief, Rabu (21/4).

Ia pun mencontohkan cara penanganan krisis di Turki dan India. Pemerintah Turki dan India, kata dia, melakukan kebijakan dengan mendorong daya beli masyarakat menengah ke bawah.

"Itu juga yang dilakukan oleh Joe Biden (Presiden AS), kasih stimulus untuk (masyarakat) golongan menengah ke bawah sehingga mereka punya daya beli. Itu juga yang dilakukan Perdana Menteri (Inggris) Boris Johnson, dia naikkan pajak perusahaan besar untuk mompa (masyarakat) yang bawah," ujarnya.

Pemerintah Indonesia, kata dia, harusnya mencontoh cara-cara negara lain yang terbukti sudah mampu mengentaskan negaranya keluar dari krisis ekonomi.

"Semua negara tersebut polanya sama, memompa (ekonomi) dari bawah. Hanya Indonesia yang terbalik, karena Menteri Keuangannya terbalik," pungkasnya. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait