Bisnis

LPER : Menteri Sandiaga Uno Meninjau Ke Sentra Pengrajin Dayah Dodoh Aceh Besar

Oleh : luska - Rabu, 05/05/2021 21:03 WIB

Jakarta, INDONEWS.ID - Pandemi Covid-19 berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Aceh, khususnya sektor Pariwisata dan Kerajinan berbasis Ekonomi kreatif.

Maka Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan melakukan pendampingan terhadap potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada di sentra pengrajin di Desa Dayah Daboh, Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar dalam upaya menggerakkan kembali ekonomi kreatif di tengah pandemi.

Menteri Sandiaga Uno mengutarakan secara terbuka kepada para Pelaku UMKM “Kami akan mengusahakan pendampingan dalam program parekraf, dan juga memonitor pemasaran dan penjualannya" yang disampaikan pada hari Minggu (2/5/2021) di acara temu usaha parekraf di Aceh Besar. Menteri  didampingi Ketua Dekranasda Aceh, Sekretaris Dewan Kerajinan Daerah dan Waketum LPER Dr. Srinita, anggota Komisi X DPR-RI Eliza Saa'dudin Djamal, dan pejabat lainnya, saat
 meninjau sentra pengrajin di Desa Dayah Daboh, Kecamatan Montasik, Aceh Besar. 

Sandiaga menggunakan kesempatan tersebut turut membeli peci “Meukutop” bermotif gerbang khas Aceh yang sudah dipatenkan. Ia juga membeli beberapa produk kreatif lain dari UMKM di Desa Dayah Daboh untuk dipakai, sekaligus menjadi souvenir guna mempromosikan supaya terkenal.
Beberapa produk kerajinan di Dayah Daboh seperti peci, tas, syal dan beberapa produk lain yang bermotif pintu Aceh, rencong Aceh, dan lainnya.

Menteri Parekraf mengatakan “Harapan saya kerajinan Dayah Daboh ini bisa meningkat, dari segi penerapan teknologi yang dinamis, baik teknologi bordir maupun teknologi penjualan, pemasaran, dan pembayaran melalui daring".

Sandiaga menyebutkan program pendampingan yang akan dilakukan Kemenparekraf terhadap pengrajin UMKM tersebut berupa bedah desain, packaging untuk kuliner serta pendampingan onboarding untuk fesyen, maka fokus pada beberapa produk sebagai pilot project.
Kemenparekraf akan memberikan pendampingan para pengrajin dari Desa Dayah Daboh tersebut.

Harapan Sandiaga Kementeriannya akan mendampingi ibu-ibu Dayah Daboh untuk bisa onboarding ke platform e-commerce, masuk marketplace. Tentu juga memandu segi persiapannya, pemasarannya, penjualannya, sampai ke pembayaran hal itu di ulang-ulang untuk menyemangati para pelaku usaha, yang sedang menghadapi masa sulit akibat pandemi covid-19.

Menteri Parekraf menandaskan, "belajar dari program beli kreatif Danau Toba yang dilakukan kementeriannya pada Februari lalu, yang kini, menurut dia beli kreatif Danau Toba mendapat omzet kenaikan rata-rata 65 sampai 70 persen,” pungkasnya.

Pada sesi terakhir Dr. Srinita selaku Waketum LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat) dan sekaligus sebagai Sekretaris Dewan Kerajinan Daerah berbincang dengan menteri Sandiaga Uno sekaligus menunjukkan upaya- upaya pemda Aceh yang memotivasi mereka di saat sulit.

Dr. Francisca Sestri Sekjen LPER yang dihubungi Indonews secara terpisah, mendukung kiprah Waketumnya untuk membangkitkan ekonomi rumah tangga  di Aceh dengan menggadeng Pempov, Akademisi (UNIS) bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi yang sudah satu tahun lebih, ungkapnya.(Lka)

Loading...
TAGS : Lper

Artikel Terkait