Nasional

Rizal Ramli Sebut Reshuffle yang Terakhir dengan "Kocok Kocak" Kabinet

Oleh : very - Kamis, 06/05/2021 17:50 WIB

Tokoh Nasional, Dr Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Presiden Joko Widodo sudah melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Rabu (28/04/2021) sore di Istana Negara, Jakarta.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 72/P Tahun 2021 yang ditetapkan di Jakarta, pada 28 April 2021, tentang Pembentukan dan Pengubahan Kementerian serta Pengangkatan beberapa Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.

Pada hari yang sama, Presiden Jokowi juga melantik Laksana Tri Handoko sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang sebelumnya dijabat oleh Bambang Brodjonegoro.

Pelantikan itu menghentikan berbagai spekulasi yang beredar sebelumnya.

Seperti beredar di berbagai media, para pengamat mengatakan, bahwa kemungkinan besar Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle yang luas, bukan hanya terbatas pada dua kementerian saja. Maka, berbagai nama pun beredar.

Bahkan juga diperbincangkan terkait nama Menteri “M” yang kabarnya akan diganti Presiden Jokowi. Namun, hingga hari pelantikan, Jokowi ternyata kembali melantik orang lama. Hanya ada satu wajah baru yang dilantik Presiden Jokowi yakni Laksana Tri Handoko.

Menanggapi pelantikan tersebut, Rizal Ramli pun ikut berkomentar.

Menurutnya, yang dilakukan Jokowi bukan reshuffle kabinet, tapi kocok dan kocak kabinet.

“Ada yang tanya pendapat RR soal reshufle yg terakhir? RR jawab, ‘Itu mah bukan reshufle, tapi ‘Kocok & Kocak’,” tulis Rizal Ramli melalui Twiter pribadinya, yang dipantau di Jakarta, Kamis (6/5).

Mantan Menko Perekonomian itu mengatakan, reshuffle yang dilakukan tersebut hanya membuat ribet. Pasalnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hanya akan menjadi alat politik bukan alat kemajuan riset dan inovasi di dalam negeri.

“Krn kocok2 doang yg malah bikin ribet krn BRIN bakal jadi alat politik bukan untuk kemajuan research dan innovasi,” tulisnya.

Rizal Ramli mencuit pernyataan itu kepada @tempodotco @lipiindonesia @jokowi @BPPTeknologi. (Very)

Loading...

Artikel Terkait