Nasional

Tak Hiraukan Larangan Mudik, Kapolda Metro Jaya: 1,2 Juta Orang Tinggalkan Jakarta

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 11/05/2021 14:30 WIB

Ilustrasi mudik

Jakarta, INDONEWS.ID - Tercatat sebanyak 1,2 juta warga keluar DKI Jakarta sebelum dan pada masa periode pengetatan dan larangan mudik, baik lewat jalur udara maupun darat.

Sebagaiamana diketahui, periode pengetatan berlaku 14 hari sebelum larangan mudik dimulai pada 6-17 Mei 2021.

"Diperkirakan jumlah masyarakat Jakarta yang keluar dari Jakarta sekitar kurang lebih 1,2 juta," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Selasa (11/5).

Merujuk pada data tersebut, kata Fadil, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka antisipasi arus balik.

Hari ini, Fadil diketahui telah menggelar rapat koordinasi dengan Pangdam Jaya, Pangkoarmada I, dan Pangkoopsau I. Dalam rapat tersebut, beberapa poin yang disepakati dalam rangka mengantisipasi arus balik Lebaran.

"Seperti melaksanakan kolaborasi dengan BNPB dan Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat bandara, stasiun, pelabuhan dan rest area yang menjadi sarana dan prasarana untuk kembali setelah pelaksanaan mudik," tutut Fadil.

Lalu, juga disepakati soal strategi swab antigen berlapis mulai dari tempat asal hingga tiba di daerah tujuan. Dalam pelaksanaannya, bakal dikoordinasikan dengan Polda dan Kodam di daerah lain.

Fadil menuturkan pelaksanaan swab antigen ini nantinya juga bakal dilakukan di titik penyekatan dan pos checkpoint.

Upaya lainnya adalah dengan menggandeng Bintara Pembina Desa TNI AD hingga Bhayangkara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat Polri untuk melakukan pendataan.

"Mulai sekarang seluruh Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan melakukan pendataan kepada masyarakat yang akan mudik dan nanti akan kami siapkan swab antigen," ujarnya.

"Polda dan Kodam akan siapkan swab antigen dan akan didistribusikan kepada seluruh Polres, Polsek, begitu juga dengan Pangdam kepada seluruh Kodim dan seluruh Koranmil," tutup Fadil.

Loading...

Artikel Terkait