Nasional

KBRI Islamabad Perluas Kerjasama Ekonomi RI-Pakistan dan ASEAN-Pakistan

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 10/06/2021 08:01 WIB

KBRI Islamabad menggelar acara Dialogue with Experts on ASEAN-Pakistan Cooperation yang melibatkan Kepala Perwakilan dari negara anggota ASEAN di Islamabad, Dirjen Asia Pasifik Kemenlu Pakistan, sejumlah pakar universitas terkemuka Pakistan, pelaku usaha dan Kadin dari negara-negara anggota ASEAN dan Pakistan secara online dan offline oleh KBRI Islamabad dan Center for Global and Strategic Studies (CGSS) pada 9 Juni 2021.

Jakarta, INDONEWS.ID - KBRI Islamabad berupaya memaksimalkan peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Pakistan dan ASEAN-Pakistan agar terus meningkat di tengah tantangan pandemi Covid-19.

Neraca perdagangan ASEAN-Pakistan sekitar USD 8 miliar dinilai masih di bawah potensi ekonomi yang ada. Untuk itu dirasa perlu pengenalan tentang ASEAN yang lebih intensif kepada publik yang lebih luas di Pakistan.

Demikian yang disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Pakistan, Adam M. Tugio pada pembukaan acara Dialogue with Experts on ASEAN-Pakistan Cooperation yang melibatkan Kepala Perwakilan dari negara anggota ASEAN di Islamabad, Dirjen Asia Pasifik Kemenlu Pakistan, sejumlah pakar universitas terkemuka Pakistan, pelaku usaha dan Kadin dari negara-negara anggota ASEAN dan Pakistan.

Acara tersebut diselenggarakan dengan metode hibrida, yaitu online dan offline oleh KBRI Islamabad dan Center for Global and Strategic Studies (CGSS) pada 9 Juni 2021. Pelaksanaan diskusi tersebut juga merupakan upaya Indonesia sebagai Ketua ASEAN Committee in Islamabad (ACI) untuk meningkatkan hubungan ASEAN-Pakistan dan Indonesia-Pakistan di berbagai bidang, termasuk politik, pendidikan, sosial-budaya, pertahanan, ekonomi dan perdagangan.

Dubes Adam Tugio menambahkan bahwa ASEAN dengan populasi 650 juta, dan PDB USD 2,9 triliun atau ekonomi terbesar kelima di dunia membuka peluang bagi Pakistan untuk meningkatkan hubungan dengan ASEAN melalui negara-negara anggotanya.

Terkait dengan hubungan bilateral RI-Pakistan, Dubes Adam Tugio menyampaikan berbagai upaya telah dilakukan KBRI untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan termasuk peningkatan ekspor dan diversifikasi produk Indonesia ke Pakistan.

Meski dunia masih dilanda Pandemi Covid-19, kinerja perdagangan Indonesia-Pakistan menunjukkan kecenderungan positif. Neraca perdagangan pada 2020 mencapai USD 2,5 miliar dengan surplus untuk Indonesia sebesar USD 2,1 miliar atau meningkat 8% dari tahun 2019 yang mencapai USD 2,3 miliar dengan surplus sebesar USD 1,9 miliar.

Salah satu terobosan yang dilakukan adalah menggandeng perusahaan E-Commerce Pakistan Gateway untuk menggelar Indonesia-Pakistan Virtual Trade Expo 2021 dan e-business matching pada 5-9 April 2021 lalu.

Kegiatan dihadiri 15 UKM dari Tanah Air dan lebih dari 100 calon pembeli potensial dari Pakistan. Beberapa perusahaan Indonesia yang hadir dalam pameran antara lain CV Tanaka Solution Agent, PT United Family Food, CV Tata Niaga Lestari PT Pareto Estu Guna, PT Audie Inovasi Indonesia, PT Konimex, PT Bin Affan Exindo, CV Buana Raga, PT Audie Building Industry, dan CV Donya Drop Daruet.

Mantan Wakil Dubes di Inggris tersebut, menekankan perlunya kreatifitas di tengah pandemi COVID-19. Minat dan interaksi bisnis pelaku usaha Indonesia-Pakistan tidak boleh surut karena COVID-19. Diungkapkannya, neraca perdagangan 2020 justru meningkat 8% dibanding 2019 yang mencapai USD 2,5 miliar.

“Melihat antusiame banyaknya peserta Virtual Trade Expo 2021, hubungan kerja sama Indonesia-Pakistan diharapkan semakin solid di berbagai bidang termasuk politik, pendidikan, sosial-budaya, pertahanan, ekonomi dan perdagangan”, imbuhnya.

Menurut Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Islamabad, Syarief Shahabudin, gagasan KBRI Islamabad mengundang dalam Indonesia-Pakistan Virtual EXPO 2021 berdampak positif. Meski promosi ke luar negeri setahun terhenti akibat COVID-19, inisiatif KBRI Islamabad memungkinkan kegiatan ekonomi, berinteraksi dan bertransaksi dengan mitra calon importir Pakistan bisa terwujud.

Diungkapkannya, beberapa produk Indonesia dipamerkan adalah alat kesehatan, kelapa kering/kopra, makanan ringan, biji kopi, alat Kesehatan, alat konstruksi bangunan, lidi sawit, minuman kesehatan, minyak goreng, handicraft, permen, dan produk pertanian lainnya. “Calon importir dari Pakistan pun antusias mengikuti Virtual EXPO,” ujarnya.

Menurutnya, pameran secara online dengan menggandeng E-Commerce Gateway Pakistan merupakan pengalaman pertama KBRI Islamabad.

Dubes Adam Tugio optimis berbagai inovasi kegiatan pameran yang dilakukan KBRI merupakan kiat untuk mengulik peningkatan ekspor produk Indonesia ke Pakistan yang tercermin dari transaksi konkret antara pelaku usaha Indonesia dan Pakistan.

KBRI juga memanfaatkan teknologi dalam upaya peningkatan ekspor bekerjasama dengan CEO E-commerce Pvt Ltd, Muhammad Uzair Nizam yang juga Co-founder #ecombri.com dalam pembuatan digital trade platform.

Platform dimaksud akan memfasilitasi para pelaku usaha baik Indonesia maupun Pakistan dalam upaya peningkatan perdagangan bilateral kedua negara.

Nizam mengatakan bahwa #ecombri.com adalah platform B2B Online Plus Offline pertama dan terbesar di Pakistan yang berpotensi menyederhanakan proses pengadaan untuk pembeli dan penjual dengan interaksi Online plus Fisik dan akses informasi.

Kerjasama tersebut akan dimanfaatkan untuk mempromosikan perdagangan, pariwisata dan investasi di berbagai kota di Pakistan. Rangkaian kegiatan ini akan melengkapi diplomasi budaya yang dilakukan KBRI bekerjasama dengan perguruan tinggi dan pusat studi.

Dubes Tugio menambahkan komunitas bisnis perlu melihat Indonesia dan Pakistan di luar hubungan bilateral karena mereka berfungsi sebagai pintu gerbang perdagangan ke masing-masing wilayah yang secara kolektif memiliki hampir 850 juta penduduk.

Sebagai upaya mendorong percepatan realisasi outbound investment perusahaan Indonesia, Dubes Adam pada Februari 2021 menyambut baik dan mendukung upaya PT. Indofood Pakistan untuk membangun pabrik Indomie di kawasan Industri Faisalabad. Pabrik tersebut ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2021 dan diharapkan dapat memasok dan menjual produk PT Indofood di negara-negara Asia Selatan dan Tengah di masa mendatang.

Dalam rangka diplomasi budaya, KBRI bekerjasama dengan beberapa lembaga riset yaitu (1) Center for Global and Strategic Studies (CGSS), (2) Institute of Peace and Diplomatic Studies (IPDS) (3) Institute of Strategic Studies (ISS).

Sebelumnya pada 5 April- 5 Mei 2021, KBRI bekerjasama dengan CGSS mengadakan acara online intership program dengan tema “Contemporary Dynamics of Indonesia”.

Program serial webinar selama 5 (lima) minggu tersebut mencakup berbagai aspek Indonesia yaitu Political History of Indonesia; Indonesian Foreign Policy; Economy & Development Strategy of Indonesia and in post Covid-19; Cultural Diversity and Soft Power Diplomacy; Interfaith harmony and Protection of Minorities; Indonesia and Climate Change.

Program diikuti 35 mahasiswa Pasca Sarjana dari berbagai universitas Pakistan, menghadirkan 13 pembicara dari berbagai universitas dan lembaga riset dari tanah air.

Menurut Minister Counsellor KBRI Islamabad, Boy Dharmawan, pelibatan pers dalam kegiatan tersebut terbukti efektif menampilkan artikel/opini positif tentang Indonesia di surat kabar lokal khususnya National Herald Tribune dan Islamabad Post. Hingga saat ini telah terbit 30 artikel/opini positif tentang Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif CGSS, Khalid Taimur, acara online intership tersebut telah mengundang tanggapan positif dari publik yang banyak menyampaikan pertanyaan tentang Indonesia mengingat publikasi kegiatan yang intensif.

Pelaksana Fungsi Politik tersebut mengatakan bahwa KBRI dan CGSS kembali akan bekerjasama dalam pelaksanaan Six-Day Online Workshop pada tanggal 22-28 Juni 2021.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengenalan dan pemahaman terhadap hubungan ASEAN-Pakistan bagi masa mahasiswa paska sarjana dari berbagai Universitas terkemuka di Pakistan. Pembicara pada kursus daring tersebut adalah para pakar dari berbagai negara anggota ASEAN.*

 

Loading...

Artikel Terkait