Nasional

Analisis Pre-Match Piala Eropa Tahun Ini Italia Vs. Turki

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 11/06/2021 09:01 WIB

UEFA Euro 2020

Oleh: Oleh: Syafri Baharudin, eks Dubes WTO dan Pengamat Bola

Bola, INDONEWS.ID - Pluit panjang tanda dimulainya gelaran sepak bola Piala Eropa akan segera ditiup. Agar prediksi akan tim jagoanmu tidak melesat jauh, berikut ini adalah peta kekuatan setiap tim di setiap grup (2) Piala Eropa Tahun ini. Simak yuk!

GRUP A : ITALIA VS TURKI

Stadion Olympico, Roma.

Pertandingan awal suatu turnamen, tidak terkecuali EURO, umumnya berjalan seimbang atau kalaupun ada pemenangnya dengan selisih gol yang tipis. Mungkin hal ini karena faktor kehati hatian kedua belah pihak.

Secara khusus Italia punya pengalaman aneh pada Piala Dunia 1982 di Spanyol. Pada babak grup, Italia nyaris tersisihkan karena hanya bisa 3x draw dari 3 pertandingan dan hanya menang selisih gol dari Kamerun (juara grup Polandia).

Namun di babak selanjutnya hingga final Italia berturut turut mengalahkan Argentina, Brazil, Polandia (semi), dan Jerman (final). Italia menjadi juara Piala Dunia 1982.

Coach Mancini jelas ingin juara lagi, namun hampir pasti dia tidak menginginkan drama seperti 1982. Mancini telah mengubah gaya permainan Italia menjadi lebih menyerang.

Dengan skema 4-3-3, trisula penyerang Berardi, Immobile, dan Insigne menjadi sangat haus gol. Cadangan Chiesa, Belotti, Bernardeschi, dan pemain muda Raspadorry juga agresif.

Immobile sebagai target-man jelas akan dijaga secara zona-marking oleh lini belakang Turki. Soyuncu (Leicester) dan Kabak(Liverpool) adalah kandidatnya. Italia harus berani memanfaatkan lebar lapangan untuk memberikan umpan tarik ke daerah Penalti Turki.

Barella dan Sensi atau Locatelli, juga dapat menjadi second striker selain menjadi feeder buat lini depan. Mancini harus berani mengganti lini depan jika misalnya nihil gol dalam 45 menit pertama.

Lini depan Turki tidak dapat dianggap remeh. Dengan skema 4-1-4-1, Yilmaz akan menjadi target man. Lini tengah yang dipimpin oleh bintang tim Calhanoglu diharapkan dapat menguasai lapangan tengah dibanding tiga gelandang Italia.

Turki juga memiliki Cengis under yang enegik. Kondisi ini jelas membuat Mancini harus memilih gelandang yang memiliki naluri bertahan cukup baik, dan itu ada pada Jorginho (Chelsea) dan Locatelli (Sassuolo).

Lini belakang Italia selalu dikenal sebagai yang terbaik, tidak saja di Eropa, tapi juga di dunia. Sayang pengalaman yang dimiliki Chiellini (36th-kapten-Juventus), Bonucci (34 th-Juventus), Florensi (30th-PSG), dan Acerbi (33th-Lazio), mungkin dibayangi dengan problem stamina dan kecepatan yang semakin menurun.

Sebaiknya, Mancini sejak awal sudah mencoba Di Lorenzo(Back kanan-Napoli), Bastoni(Back tengah-Milan), dan Spinazzola (Back kiri-Roma) untuk menghadapi aggresivitas pemain2 Turki. Italia beruntung memiliki kiper muda penuh bakat Donnarumma (22 th-Milan).

Italia wajib menang untuk memberi sinyal positif sebagai salah satu favorit juara. Namun Turki berpotensi mengganggu ambisi Italia tersebut. Selamat menikmati semoga dapat menghibur kita semua. Tetap patuh kepada Prokes.

PREDIKSI : ITALIA 55 - TURKI 45.

 

Loading...

Artikel Terkait