Bisnis

Rizal Ramli: Presiden Jokowi Harus Bersikap Tegas, Hentikan Proyek yang Tidak Terlalu Penting

Oleh : very - Selasa, 22/06/2021 20:21 WIB

Ekonom senior, DR Rizal Ramli meminta pemerintah untuk menghentikan impor pangan. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Ekonom senior Dr Rizal Ramli kembali mengingatkan pemerintah akan bahaya pandemi Virus Corona yang hingga saat ini belum juga menurun. Malahan dalam beberapa minggu ini orang yang terinveksi terus menunjukkan peningkatan pesat.

Dana pemerintah akan tersedot untuk membiayai kesehatan. Belum lagi anggaran untuk membiayai utang yang juga semakin menumpuk. Karena itu dikuatirkan keuangan pemerintah akan jebol.

Karena itu, mantan Menko Perekonomian itu meminta pemerintah untuk menghentikan semua proyek infrastruktur besar. “Waktu krisis tahun ‘98 kita lakukan itu. Kita menyetop proyek-proyek yang besar. Kita delay (tunda) satu tahun, kecuali untuk proyek-proyek kecil dan labour intensif. Kita reallocated uang yang digunakan untuk proyek infrastruktur tersebut untuk membiayai kesehatan. Tadi dikatakan kita kurang ini, kurang itu. Cukup dengan 2 sampai 3 proyek infrastruktur gede saja menurut saya sudah cukup untuk membiayai itu semua,” ujar Rizal Ramli yang tayang melalui akun Youtube, di Jakarta, Selasa (22/6).

Mantan Menko Kemaritiman itu mengatakan, dari dana tersebut, kita hanya reallocated (mengalokasikan) untuk tiga sektor saja, yaitu kesehatan untuk melawan pandemi, makanan, dan untuk untuk meningkatkan daya beli masyarakat miskin.

“Jadi, jangan mimpi lagi bikin proyek pindah ibu kota apalagi studinya tidak jelas. Karena itu, inilah waktunya bagi Presiden Jokowi untuk bersikap tegas. Hentikan proyek yang tidak terlalu penting selama satu tahun ke depan ini. Kalau punya duit toh kita bisa kembali melanjutkan proyek-proyek tersebut,” ujarnya.

Tokoh Pergerakan ini mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk menggunakan momentum ini untuk menggenjot produksi pertanian, buah-buahan, dan sayur-sayuran. “Karena kita impor hampir ratusan juta dollar dari Tiongkok hanya untuk sayuran-sayuran, dan buah-buahan. Dan sekarang tidak bisa. Padahal kalau kita tanam sendiri maka bisa kita panen dalam tiga bulan,” katanya.

Bang RR- sapaan akrabnya – mengatakan bahwa memang tidak semua daerah cocok menjadi lahan pertanian. Bawang misalnya hanya cocok di daerah Brebes dan Pati. Tapi kata Rizal Ramli, kita bisa minta ITB untuk lakukan studi kecocokan tanah yang cocok ditanami tanaman tertentu. Lalu kita bantu petani dengan kredit, bibit, pupuk sehingga bisa meningkatkan hasilnya.

“Jangan kalau masalah muncul Presiden Jokowi solusinya hanya impor-impor. Emang ilmunya tidak ada selain dari impor. Jadi genjot dong produksi di dalam negeri. Kalau kita berhasil dalam momentum kritis ini maka dalam tiga atau dua kwartal bisa kita tingkatkan produksi sayur-sayuran, buak-buahan. Nanti kita akan menjadi eksportir. Jadi krisis itu sebuah opportunity. Jangan setiap ada masalah solusinya sederhana hanya impor-impor doang. Kasihan petani kita,” pungkasnya. (Very)

Loading...

Artikel Terkait