Nasional

PP GMKI Minta Pebisnis Gojek dan Grab Bantu Negara Tangani Pandemi

Oleh : Marsi Edon - Rabu, 21/07/2021 20:50 WIB

Ketua Umum PP GMKI, Jefri Gultom.(Foto:Istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Komunitas driver ojek online melakukan aksi konvoi di beberapa kota di Indonesia. Aksi tersebut viral di media sosial.

Aksi ini merupakan gabungan dari driver ojol dua raksasa digital bidang jasa saat ini yakni Gojek dan Grab. Adapun penyebab aski tersebut karena para driver mengalami penurunan pendapatan yang sangat drastis selama PPKM berlangsung. Sisi lain, para pemilik dan pemodal terus mengalami keuntungan.

Pengurus Pusat (PP) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menilai, aksi konvoi seharusnya tidak terjadi, jika Gojek dan Grab membantu driver pada saat PPKM Darurat berlangsung.

"Pemerintah selama ini sangat mendukung para Unicorn dan Start Up bisnis online. Gojek dan Grab sudah mengantongin keuntungan yang sangat besar selama menjalankan bisnisnya. Saatnya, pebisnis Gojek dan Grab membantu negara," kata Ketua Umum Jefri Gultom dalam keterangan tertulis kepada media ini, Jakarta, Rabu (21/07).

Jefri Gultom meminta Perusahaan Gojek dan Grab memberikan dana insentif kepada para driver yang terdampak PPKM selama 1 bulan. Ia mengatakan, tidak semua daerah Indonesia menjalankan PPKM Darurat. Dalam bisnis biasa ada disebut subsidi silang.

"Bantu Negara, alokasikan keuntungan perusahaan untuk membantu para driver di Jawa dan Bali tegas Jefri Gultom."

Disamping itu, PP GMKI menyoroti dampak ekonomi pada gelombang kedua covid 19 yaitu terjadinya penurunan daya beli, penurunan pendapatan masyarakat, meningkatnya kemiskinan serta banyaknya UMKM banyak mengalami resesi.

Karena itu, PP GMKI menyerukan seluruh elemen baik pemerintah, mahasiswa dan seluruh masyarakat gotong-royong dalam menangani Covid-19 khususnya dampak ekonomi.

PP GMKI meminta perusahaan raksasa di Indonesia untuk tidak memotong gaji karyawan selama PPKM Darurat.

Selain itu, Jefri Gultom mengajak masyarakat yang memiliki ekonomi menengah ke atas untuk membeli produk dan kebutuhan sehari hari pada UMKM sehingga tetap ada perputaran uang di masyarakat.

"Kita harus kampanyekan, Indonesia harus kuat! Oleh sebab itu, para pengusaha khususnya para raksasa digital jika yang selama pandemi mendapat suntikan dana dan keringanan operasional dari pemerintah, bantu dong negara melewati fase ini" tutup Jefri Gultom.*

Loading...

Artikel Terkait